Sukabuminow.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menempatkan pendidikan demokrasi dan penguatan karakter peserta didik sebagai isu strategis yang harus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Salah satu pilar penting yang dinilai efektif dalam misi tersebut adalah keberadaan Saka Adhyasta Pemilu, wadah pendidikan kepemiluan di bawah Gerakan Pramuka.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, saat menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Adhyasta Pemilu masa bakti 2025–2030 yang digelar Kwarcab Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (5/12/25).
Menurut Deden yang juga Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi itu, penguatan literasi demokrasi bagi generasi muda kini menjadi kebutuhan mendesak mengingat dinamika sosial-politik yang semakin kompleks. Saka Adhyasta Pemilu dianggap sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga mampu mendekatkan peserta didik pada nilai-nilai integritas dan partisipasi publik.
“Pendidikan demokrasi harus dimulai sejak dini, dan Saka Adhyasta Pemilu merupakan media yang sangat strategis untuk mengenalkan proses pemilu, integritas, serta peran aktif warga negara kepada peserta didik. Ini sejalan dengan visi pendidikan Sukabumi yang menempatkan karakter sebagai fondasi utama,” tegasnya.
Deden menjelaskan bahwa tantangan global saat ini menuntut pelajar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat. Karena itu, kolaborasi dengan Gerakan Pramuka menjadi salah satu strategi Disdik dalam memperluas pembinaan karakter yang relevan dengan konteks zaman.
“Pramuka memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Melalui Saka Adhyasta Pemilu, nilai-nilai itu diperkuat dengan pemahaman demokrasi yang sehat dan konstruktif,” tambahnya.
Selain itu, keberadaan Saka Adhyasta Pemilu dinilai dapat menjadi penyeimbang informasi publik di tengah maraknya misinformasi dan polarisasi di ruang digital. Menurutnya, generasi muda harus dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh pada informasi yang tidak valid.
“Kita perlu membekali pelajar dengan kecakapan literasi digital dan literasi demokrasi. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dan berintegritas,” ujar Deden.
Deden Sumpena juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru sebagai langkah memperkuat kualitas pembinaan pemilih pemula. Ia berharap program-program Saka Adhyasta Pemilu dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan menjadi katalisator bagi pendidikan politik sehat di Kabupaten Sukabumi.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi Dinas Pendidikan dalam memperkuat sinergi pendidikan karakter, kepemudaan, dan demokrasi. Disdik memastikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang membina peserta didik menjadi generasi yang berakhlak, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
