Kabupaten Sukabumi

Pemuda Kembar Dipulangkan, Kapolres Sukabumi : Ini Murni Salah Paham

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Dua pemuda kembar, YA dan YI, warga Warung Ceuri, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dipulangkan ke rumah orang tuanya setelah sebelumnya diamankan di Mapolres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif, mengatakan, pihaknya mengamankan kedua pemuda berusia 26 tahun itu saat datang ke Kampung Susukan RT 02/07, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, untuk mencari seorang ustaz yang bisa melakukan pengobatan alternatif, Kamis (1/10/20).

“Sudah dikembalikan ke orang tuanya. Kita hanya mengamankan keduanya ke Mapolres,” tutur Lukman, Jumat (2/10/20).

Kejadian yang terjadi, menurutnya murni karena kesalahpahaman. Artinya tidak ada peristiwa seperti yang diisukan yang tersebar di pesan WA ataupun media sosial.

“Polisi sudah bertindak cepat, meredam, mengumpulkan informasi, dan menyebarkan informasi melalui media sosial dan aplikasi perpesanan untuk menerangkan kejadian sebenarnya,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila, mengatakan, penanganan selanjutnya terhadap dua orang tersebut dilakukan jajaran Polsek Parungkuda.

“Penanganan atau selanjutnya pengawasan akan dilakukan Polsek Parungkuda,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dua pemuda tersebut diamankan warga di Pondok Pesantren Al-Muhtadin, Kampung Susukan RT 002/007, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/20) pukul 18.45 Wib.

Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif, mengatakan, pengamanan keduanya berawal dari kata-kata kasar yang diduga menyinggung warga pondok pesantren tersebut.

Lukman menjelaskan, kejadian berawal saat kedua pemuda kembar tersebut mencari Ustaz Engkus dengan niat akan berobat. Keduanya bertemu dengan DKM masjid sekitar bernama Dudi, yang bersedia mengantarkan keduanya ke rumah Ustaz Engkus.

“Mereka mengatakan niatnya untuk berobat ke ustaz. Warga sekitar mengarahkan ke Ustaz Engkus. Kemudian diantar oleh saudara Dudi ke rumah Ustaz Engkus. Keduanya bahkan sempat masuk ke rumah Ustaz Engkus. Tapi yang bersangkutan tidak ada di rumahnya,” tutur Lukman, Kamis (1/10/20).

Mendapati Ustaz Engkus tidak ada di rumahnya, Dudi kembali bertanya maksud dan tujuan serta pengobatan apa yang diinginkan kedua pemuda kembar itu. Namun, keduanya menjawab dengan kata-kata dan nada yang tidak enak didengar.

“Keduanya diajak keluar oleh saudara Dudi. Tak lama datang seorang santri bernama Giri yang juga bertanya maksud dan tujuan kedua orang itu mencari Ustaz Engkus. Tapi jawabannya tidak enak didengar,” jelasnya.

Dudi dan Giri terus bertanya maksud dan tujuan sebenarnya kedua pemuda kembar itu ingin bertemu Ustaz Engkus. Tak diduga, salah satu pemuda tersebut tiba-tiba lari tunggang langgang. Warga dan santri yang mengetahui hal itu mengejar dan mengamankan pemuda tersebut di Ponpes.

“Warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Parungkuda dan mengevakuasi keduanya ke Mapolsek untuk ditindaklanjuti. Sekarang posisinya sudah di Polres Sukabumi,” bebernya.

Masalah tersebut semakin runyam saat tersiar kabar bahwa kedua pemuda kembar tersebut berniat menghilangkan nyawa Ustaz Engkus. Lukman mengimbau masyarakat agar tidak termakan isu apapun perihal kejadian tersebut.

“Tidak ada hal yang mengarah pada unsur niat pembunuhan. Masyarakat jangan termakan isu yang masih diragukan kebenarannya,” tegasnya.

“Saya berharap, tidak ada lagi yang menyebarkan informasi yang simpang siur. Sebab bisa menimbulkan reaksi yang tidak baik juga. Mari kita sama-sama melihat suatu kejadian secara utuh, jangan sampai ada berita yang kurang pas dan dimanfaatkan oleh sekelompok orang,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close