Sukabuminow.com || Dalam upaya menyusun arah kebijakan pembangunan kependudukan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Sosialisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2025–2029 di Aula PKK Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/5/25).
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris DPPKB, Tia Fatimah, yang mewakili Kepala Dinas Uus Pirdaus. Dalam sambutannya, Tia menekankan bahwa Grand Design ini akan menjadi dokumen strategis yang penting dalam memastikan pembangunan kependudukan dilakukan secara terarah, kolaboratif, dan berbasis data.
“Pembangunan kependudukan harus dirancang dengan pendekatan holistik, menyentuh seluruh aspek mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi, sehingga mampu menciptakan penduduk yang berkualitas,” ujarnya.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Bapelitbangda Kabupaten Sukabumi dan Tim Penyusun GDPK 2020–2025, serta diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai instansi, termasuk Kementerian Agama, organisasi profesi, perwakilan SKPD, media, hingga para kepala UPT Pengendalian Penduduk.
Dalam sesi pemaparan, peserta dibekali sejumlah materi penting yang menjadi fondasi perumusan GDPK 2025–2029, di antaranya:
- Kebijakan Peta Jalan dan Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan
- Sinkronisasi antara GDPK dengan Rencana Pembangunan Daerah
- Evaluasi Pelaksanaan GDPK 2020–2025
- Diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Materi-materi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai pentingnya pembangunan kependudukan yang terencana dan adaptif terhadap dinamika demografi.
Tujuan Strategis GDPK 2025–2029
Sosialisasi ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bagian dari proses strategis yang bertujuan untuk:
- Meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam mengelola isu kependudukan
- Mendorong integrasi program antar sektor
- Memastikan keberlanjutan pembangunan keluarga berkualitas
- Meningkatkan sistem pelaporan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan
“Semoga Grand Design ini dapat menjadi acuan utama dalam pembangunan yang lebih inklusif dan berbasis potensi lokal,” tutupnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
