Wisata Berujung Petaka, Remaja 15 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Bibijilan Sukabumi

Sukabuminow.com || Keindahan wisata alam Curug Bibijilan di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga. Seorang pelajar SMP berinisial KF (15 th), warga Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, meninggal dunia setelah terjatuh saat berfoto di kawasan air terjun bertingkat tersebut.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (30/5/26) itu menyisakan kesedihan mendalam, terutama karena korban merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya.

Berdasarkan keterangan keluarga, KF datang ke kawasan wisata Curug Bibijilan bersama teman-temannya untuk menikmati akhir pekan. Curug Bibijilan sendiri dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan tujuh tingkatan air terjun yang kerap disebut Curug 7 Tingkatan.

Namun, kunjungan yang semula bertujuan menikmati keindahan alam justru berakhir tragis.

Sepupu korban, RSN (23 th), menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika korban bersama rekannya berada di area Curug 6. Saat itu, korban diduga sedang berfoto di lokasi yang permukaannya licin akibat aliran air.

“Korban sedang foto-foto bersama temannya. Saat berada di Curug 6, korban terpeleset karena kondisi batu yang licin lalu terjatuh ke bawah,” ujarnya, Minggu (31/5/26).

Setelah terjatuh, korban langsung menghilang dari pandangan rekannya. Situasi tersebut membuat teman korban panik dan berusaha mencari bantuan.

Menurut RSN, rekan korban sempat beberapa kali naik turun area curug untuk meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

“Temannya syok dan kebingungan. Dia bolak-balik naik turun mencari bantuan karena tidak tahu harus berbuat apa,” katanya.

Kabar hilangnya KF kemudian sampai kepada keluarga yang segera mendatangi lokasi wisata untuk melakukan pencarian.

Harapan agar korban ditemukan dalam keadaan selamat terus menyertai pencarian yang berlangsung selama beberapa jam. Namun kenyataan berkata lain.

Sekitar pukul 14.00 WIB, atau empat jam setelah kejadian, korban ditemukan oleh ayahnya sendiri di area Curug 7.

“Korban ditemukan oleh bapaknya sekitar pukul dua siang di dalam air di Curug 7. Saat ditemukan, kondisinya sudah meninggal dunia,” ungkap RSN.

Penemuan tersebut sontak membuat suasana pencarian berubah menjadi tangis dan duka. Keluarga yang sejak awal berharap keajaiban harus menerima kenyataan pahit kehilangan anggota keluarga yang mereka cintai.

Kepergian KF meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga besar. Korban diketahui merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara sekaligus satu-satunya anak laki-laki.

Menurut keluarganya, KF dikenal sebagai anak yang menjadi kebanggaan orang tua serta memiliki banyak harapan untuk masa depan.

“Dia anak laki-laki satu-satunya. Kakaknya dua perempuan. Korban sangat dibanggakan dan menjadi harapan orang tuanya. Sampai sekarang kami masih merasa seperti mimpi,” tutur RSN dengan suara bergetar.

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa besar kehilangan yang dirasakan keluarga. Di usia yang masih sangat muda, KF harus mengakhiri perjalanan hidupnya di tengah cita-cita dan masa depan yang masih panjang.

Keluarga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi perhatian seluruh pihak terkait, terutama dalam meningkatkan pengawasan, sistem peringatan bahaya, serta prosedur penanganan darurat di kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru