Terbaring Lumpuh Sejak Kecil, Warga Parungkuda Dapat Perhatian Langsung Bupati Sukabumi

Sukabuminow.com || Di sebuah rumah sederhana di Kampung Warungceri, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seorang pria bernama Ahmad Yani (41 th) menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas tempat tidur.

Selama lebih dari tiga dekade, Ahmad Yani berjuang menghadapi kelumpuhan yang membatasi seluruh aktivitasnya. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat upaya pengobatan dan perawatan tidak selalu berjalan optimal.

Kisah perjuangan itu akhirnya menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Saat melakukan kegiatan sosial dan penyaluran daging kurban pada akhir Mei 2026, Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyempatkan diri mendatangi langsung kediaman Ahmad Yani.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi momen yang tidak pernah dibayangkan keluarga.

Di tengah keterbatasan yang selama ini mereka hadapi, perhatian dari pemerintah menjadi secercah harapan baru bagi keluarga yang telah bertahun-tahun merawat Ahmad Yani dengan penuh kesabaran.

Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi Ahmad Yani bermula saat masih berusia sekitar 10 tahun. Setelah mengalami gangguan kesehatan yang disertai kecelakaan, ia mengalami cedera serius yang berdampak pada tulang belakang dan menyebabkan kelumpuhan hingga sekarang.

Seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatannya semakin kompleks. Aktivitas yang hanya dilakukan di atas tempat tidur dalam waktu sangat lama memunculkan berbagai komplikasi yang membutuhkan penanganan dan perawatan intensif.

Meski demikian, keluarga tidak pernah berhenti berupaya memberikan perawatan terbaik sesuai kemampuan mereka.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan pemerintah daerah akan memastikan Ahmad Yani mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh perhatian dan pendampingan, terutama dalam kondisi kemanusiaan yang memerlukan penanganan khusus.

“Kami telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk memastikan pelayanan kepada Ahmad Yani dapat berjalan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan serta pendampingan yang diperlukan sesuai kondisi yang ada,” ujar Asjap, Senin (1/6/26).

Asjap menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait agar kebutuhan masyarakat yang mengalami kondisi serupa dapat terpantau dengan baik.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga menyangkut pendampingan sosial dan kemanusiaan bagi keluarga yang selama bertahun-tahun menjadi garda terdepan dalam merawat anggota keluarganya.

Kisah Ahmad Yani menjadi gambaran nyata tentang perjuangan keluarga dalam menghadapi keterbatasan. Di balik kondisi yang dialaminya selama puluhan tahun, terdapat keteguhan keluarga yang tidak pernah meninggalkan dan terus mendampinginya setiap hari.

Kehadiran pemerintah daerah di tengah keluarga tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pelayanan dan dukungan yang dibutuhkan, sehingga kualitas hidup Ahmad Yani dapat terus ditingkatkan melalui penanganan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru