Pascabanjir dan Longsor, BPBD Sukabumi Pastikan Pemulihan Berjalan Tepat Sasaran

Sukabuminow.com || Setelah masa tanggap darurat resmi dicabut, penanganan bencana banjir bandang di Kecamatan Cisolok dan tanah longsor di Kecamatan Cikakak kini memasuki fase transisi pemulihan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat memastikan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat segera pulih.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini diarahkan pada pemulihan akses vital, terutama jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana. Selain itu, BPBD juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung.

“Penanganan di lapangan sudah beralih ke tahap pemulihan. Fokus kami memperbaiki akses jalan dan jembatan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Daeng, Minggu (2/11/25).

“Kami mengutamakan lokasi yang menjadi jalur utama aktivitas warga. Koordinasi lintas perangkat daerah sudah berjalan agar setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” sambungnya.

Ia menambahkan, selama masa transisi ini, BPBD bersama perangkat daerah lainnya memperoleh kemudahan dalam mengerahkan sumber daya manusia, peralatan, logistik, serta pelaksanaan pertolongan dan penyelamatan di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terdampak.

Adapun biaya pelaksanaan masa transisi pemulihan bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) milik pemerintah pusat dan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Kabupaten Sukabumi. Seluruh kegiatan pemulihan dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi agar berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah memastikan semua kegiatan dilakukan sesuai aturan dan terkoordinasi penuh oleh BPBD. Setiap langkah pemulihan dipantau agar efektif dan akuntabel,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, bencana banjir dan tanah longsor di dua kecamatan tersebut berdampak pada lebih dari 3.200 jiwa. Sebanyak 141 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 50 rusak berat, 52 rusak sedang, dan 39 rusak ringan.

Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, meliputi jembatan penghubung antardesa, bangunan sekolah, serta jaringan irigasi pertanian. Sebagian warga sempat mengungsi ke lokasi aman sembari menunggu proses pembersihan material longsor dan perbaikan akses jalan.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat, transparan, dan berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru