Nama Deden Sumpena Dicatut, Dinas Pendidikan Sukabumi Peringatkan Masyarakat Waspada Hoaks

Sukabuminow.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena.

Baru-baru ini beredar nomor WhatsApp +62 823-9684-8912 yang menggunakan foto profil dan nama Deden Sumpena dengan tujuan menipu masyarakat, termasuk meminta sejumlah uang melalui rekening atas nama Euis Kurniawati di Bank BRI.

Informasi palsu tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi melalui unggahan resmi di akun media sosial mereka. Diskominfosan menegaskan bahwa nomor tersebut bukan milik Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh pesan yang dikirim melalui kontak itu adalah penipuan (hoaks).

Penegasan dari Deden Sumpena

Menanggapi peredaran informasi palsu tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd., dengan tegas membantah bahwa dirinya mengirimkan pesan atau melakukan komunikasi melalui nomor tersebut.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah meminta, menghubungi, atau mengarahkan siapa pun untuk memberikan uang atau bantuan dalam bentuk apa pun melalui pesan pribadi. Segala bentuk komunikasi resmi dari Dinas Pendidikan hanya melalui saluran dan surat dinas yang sah,” ujar Deden, Jumat (10/10/25).

Deden meminta masyarakat, khususnya para kepala sekolah, guru, serta pihak-pihak yang memiliki urusan dengan Dinas Pendidikan, untuk tidak mudah percaya pada pesan, tautan, atau nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat dinas lainnya.

“Jangan pernah mentransfer uang atau memberikan data pribadi kepada nomor yang tidak jelas. Segera lakukan konfirmasi ke kantor Dinas Pendidikan atau laporkan ke pihak berwenang jika menerima pesan mencurigakan,” tegasnya.

Imbauan dan Pesan untuk Masyarakat

Deden juga mengingatkan bahwa modus penipuan yang mencatut nama pejabat kini semakin marak. Oleh karena itu, masyarakat diminta menjadi “Smart Citizen” dengan selalu memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima, terutama melalui pesan singkat dan media sosial.

“Kewaspadaan digital harus menjadi kebiasaan. Jangan mudah tergiur oleh iming-iming bantuan atau proyek yang mengatasnamakan pejabat. Pastikan informasi diverifikasi lebih dulu,” ujarnya.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru