Mengapa Ketupat Identik dengan Idulfitri? Ini Sejarah dan Maknanya

Sukabuminow.com || Ketupat adalah salah-satu ikon kuliner yang selalu hadir saat perayaan Idulfitri di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini bukan sekadar hidangan khas, tetapi juga memiliki makna filosofis dan sejarah panjang yang mengakar dalam budaya masyarakat Muslim, terutama di Nusantara.

Jejak Sejarah Ketupat di Nusantara

Dilansir dari sejumlah sumber, ketupat dipercaya berasal dari tradisi Hindu-Buddha sebelum akhirnya diadaptasi dalam budaya Islam di Indonesia. Ketika Islam mulai menyebar di kepulauan Nusantara sekitar abad ke-13, tradisi ketupat diperkenalkan dan berkembang pesat pada masa Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga memanfaatkan ketupat sebagai bagian dari dakwahnya untuk menyebarkan Islam kepada masyarakat Jawa. Beliau mengenalkan tradisi “Bakda Lebaran” dan “Bakda Kupat” yang merujuk pada perayaan setelah Idulfitri dan tradisi memasak ketupat sebagai simbol penyucian diri.

Makna Filosofis Ketupat

Ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki filosofi mendalam:

  1. Anyaman daun kelapa melambangkan keterkaitan sosial, persaudaraan, dan kebersamaan.
  2. Bentuk segi empat ketupat melambangkan hati yang jujur dan lurus setelah menjalani ibadah puasa.
  3. Butiran beras di dalamnya mencerminkan rezeki yang melimpah dan kesucian setelah sebulan berpuasa.
  4. Proses memasak ketupat yang membutuhkan waktu lama melambangkan kesabaran dan perjuangan dalam mencapai kesucian diri.

Ketupat dalam Tradisi Lebaran

Seiring berjalannya waktu, ketupat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Tradisi memasak ketupat sering dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Di berbagai daerah di Indonesia, ketupat disajikan dengan aneka lauk, seperti opor ayam, rendang, atau gulai.

Selain di Indonesia, ketupat juga ditemukan dalam budaya Malaysia, Brunei, dan Filipina, meskipun dengan variasi yang berbeda. Di beberapa daerah di Indonesia, ketupat juga digunakan dalam ritual selamatan atau acara syukuran sebagai simbol berkah dan perlindungan.

Kesimpulan

Ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang kuat. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan, kesucian, dan keberkahan yang melekat dalam perayaan Idulfitri. Hingga kini, ketupat tetap menjadi simbol yang memperkaya makna hari kemenangan bagi umat Muslim di Indonesia dan wilayah sekitarnya. (**)

Editor : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru