Sukabuminow.com || Kemacetan panjang menjadi pemandangan yang nyaris tak terpisahkan dari libur Idulfitri 1447 Hijriah di kawasan wisata pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/3/26). Namun, di balik antrean kendaraan yang mengular hingga berjam-jam, tersimpan cerita antusiasme wisatawan yang tak surut demi menikmati pesona laut selatan.
Sejak pagi, arus kendaraan dari arah utara menuju kawasan wisata seperti Pantai Karanghawu dan sekitarnya tampak padat merayap. Deretan mobil pribadi dan sepeda motor memenuhi ruas jalan, sesekali berhenti total akibat kepadatan yang tak terhindarkan.
Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin melelahkan. Namun tidak demikian bagi Rian Nuryamin (34 th), wisatawan asal Bandung. Ia mengaku sudah memperkirakan kemacetan sejak awal, tetapi tetap memilih Sukabumi sebagai tujuan utama liburan Lebaran bersama enam orang anggota keluarganya.
“Macetnya memang luar biasa, tadi sempat berhenti hampir satu jam. Kami memilih pantai di Sukabumi karena suasananya masih alami, ombaknya besar, suasananya beda dari tempat lain,” ujarnya di sela kemacetan di Gunung Butak Palabuhanratu.
Hal senada disampaikan Dinda Ratu (28 th), wisatawan asal Jakarta, yang datang bersama 11 rombongan teman-temannya dalam dua mobil. Ia menilai perjalanan panjang justru menjadi bagian dari pengalaman liburan yang berkesan.
“Ini sudah jadi tradisi tiap Lebaran. Walaupun macet, tetap seru. Apalagi Karanghawu punya pemandangan tebing dan laut yang khas. Rasanya selalu ingin kembali,” katanya saat terjebak macet di RTH Pantai Citepus.
Pantai Karanghawu sendiri dikenal dengan karakter ombak Samudra Hindia yang kuat, berpadu dengan bentang alam berupa tebing karang yang eksotis. Panorama matahari terbenam menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat wisatawan rela menempuh perjalanan panjang.
Tak hanya itu, kawasan wisata pantai di Sukabumi juga menawarkan suasana yang relatif masih alami dibandingkan destinasi lain yang lebih komersial. Hal ini menjadi nilai lebih di mata wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus keindahan alam.
Di sepanjang perjalanan menuju pantai, aktivitas warga lokal juga ikut menghidupkan suasana. Pedagang makanan, penjaja kelapa muda, hingga pelaku usaha kecil lainnya merasakan dampak positif dari lonjakan wisatawan saat musim libur.
Meski kemacetan menjadi tantangan tahunan, banyak wisatawan menganggapnya sebagai bagian dari “ritual” perjalanan Lebaran. Harapan mereka sederhana, akses yang lebih baik tanpa menghilangkan keaslian alam yang menjadi daya tarik utama Sukabumi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa daya pikat wisata pantai Kabupaten Sukabumi tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada pengalaman emosional yang menyertainya. Perjalanan panjang, kemacetan, hingga akhirnya tiba di bibir pantai, semuanya menjadi cerita yang terus diulang, dari satu Lebaran ke Lebaran berikutnya.
Dan di tengah riuhnya kendaraan yang terjebak di jalan, satu hal tetap sama, yakni keinginan untuk kembali.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
