Kecelakaan Maut di Ruas Sagaranten–Jubleg di Sukabumi, Satu Anak Meninggal

Sukabuminow.com || Siang yang semula berjalan biasa di Kampung Cigadog, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi duka. Hujan yang mengguyur kawasan tersebut meninggalkan jalan licin di ruas provinsi Sagaranten–Jubleg, sebuah jalur vital yang menghubungkan aktivitas warga antardesa.

Sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (17/2/26), sebuah mobil pikap Suzuki F-8019-VJ melaju dari arah Jubleg menuju Sagaranten. Di saat bersamaan, sepeda motor Honda PCX F-3431-UAW datang dari arah berlawanan. Keduanya bertemu di sebuah tikungan tajam, tepat di lokasi yang dikenal rawan kecelakaan saat cuaca buruk.

Benturan keras tak terhindarkan.

Di balik deru mesin dan suara rem yang terlambat, tragedi itu merenggut nyawa Albian Akram Zaidan (6 th). Bocah tersebut meninggal dunia di tempat kejadian, sementara pengendara sepeda motor dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga dan segera bergerak cepat ke lokasi.

“Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta pendataan awal,” ujarnya.

Korban luka dievakuasi bersama warga sekitar menuju RSUD Sagaranten untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, sopir mobil pikap beserta penumpangnya diamankan guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti. Penanganan kasus ini selanjutnya dikoordinasikan dengan Unit Laka Lantas untuk penyelidikan mendalam.

Jalan Licin, Ancaman Nyata

Ruas Sagaranten–Jubleg bukan kali pertama memakan korban. Karakter jalan yang berkelok, minim penerangan, serta permukaan aspal yang licin saat hujan menjadikannya salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah selatan Sukabumi.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat bahwa faktor cuaca dan kondisi jalan masih menjadi penyumbang utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia, khususnya di daerah dengan kontur perbukitan.

Bagi warga setempat, peristiwa ini bukan sekadar statistik kecelakaan, melainkan luka kolektif. Satu nyawa anak hilang, satu keluarga berduka, dan satu tikungan kembali menjadi saksi bisu bahwa keselamatan di jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru