Perwakilan Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Purwakarta, BPBD Sukabumi Resmi Akhiri Masa Tanggap Darurat

Sukabuminow.com || Sebanyak 52 perwakilan korban kebakaran Ciptamulya dijadwalkan bertolak ke Purwakarta setelah menerima undangan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Sabtu (1/8/26) besok. Rombongan tersebut rencananya akan dijemput oleh tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk berdialog secara langsung mengenai penanganan pascabencana yang kini memasuki fase pemulihan.

Keberangkatan para perwakilan penyintas menjadi perkembangan terbaru dalam upaya percepatan pemulihan pascakebakaran yang melanda Kampung Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pertemuan bersama KDM diharapkan dapat memperjelas arah penanganan, termasuk rencana pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar.

Informasi mengenai keberangkatan tersebut disampaikan Sekretaris Panitia Lokal Penanganan Pascakebakaran Ciptamulya, Vilka Mandala. Menurutnya, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menuju lokasi untuk menjemput 52 orang perwakilan korban sebelum berangkat ke Purwakarta.

“Besok pukul 11.00 WIB para penyintas diundang oleh Gubernur Jawa Barat. Saat ini tim provinsi sedang dalam perjalanan untuk menjemput 52 orang perwakilan agar dapat bertemu langsung dengan KDM,” ujarnya, Jumat (31/7/26).

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi secara resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana kebakaran setelah seluruh indikator penanganan darurat dinilai telah terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisolok dengan pendampingan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

“Hasil rapat menyimpulkan masa tanggap darurat ditutup karena indikator penanganan darurat telah terpenuhi. Selanjutnya seluruh bantuan logistik dan penanganan pascabencana diserahkan kepada panitia lokal,” katanya.

Meski status tanggap darurat telah berakhir, tenda pengungsian tetap dipinjampakaikan selama masih dibutuhkan warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar para penyintas yang belum memiliki tempat tinggal tetap memperoleh perlindungan hingga proses pemulihan selesai.

Penanganan pascabencana kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia lokal. Fokus utama diarahkan pada masa pemulihan, pendataan bantuan, serta pemenuhan kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Vilka Mandala mengatakan bantuan dari masyarakat masih terus berdatangan sehingga posko tetap dibuka selama empat hingga tujuh hari ke depan. Apabila arus donasi masih tinggi, masa penerimaan bantuan dimungkinkan diperpanjang.

Menurutnya, kebutuhan sembako dan pakaian layak pakai saat ini relatif telah tercukupi. Namun, para penyintas masih sangat membutuhkan perlengkapan rumah tangga, terutama lemari pakaian dan tempat penyimpanan barang lainnya yang ikut musnah dalam kebakaran.

“Saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah lemari pakaian dan perabot rumah tangga. Kami juga masih melakukan rekapitulasi seluruh bantuan yang masuk sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” ujarnya.

Hingga kini sebagian besar korban memilih mengungsi di rumah kerabat, sementara sekitar 12 kepala keluarga masih bertahan di tenda pengungsian karena belum memiliki tempat tinggal.

Terkait rencana pembangunan kembali permukiman, Vilka menyebut baru satu rumah milik seorang warga yang akrab disapa Abah dipastikan akan dibangun di lokasi baru. Sementara itu, pembangunan rumah korban lainnya masih menunggu hasil musyawarah bersama seluruh warga terdampak.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, perhatian kini tertuju pada percepatan pemulihan kehidupan para penyintas. Pertemuan 52 perwakilan korban bersama KDM di Purwakarta diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat kepastian penanganan dan pembangunan kembali permukiman warga yang terdampak kebakaran di Ciptamulya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru