Kasus Pasar Pelita Nyaris Sama Dengan Kasus Hambalang

Sukabuminow.com || Permasalahan pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi perlu diungkap lebih jauh. Sehingga kasus yang sempat membuat prekonomian warga menjadi terganggu itu dapat segera menemukan titik terang.

Berbagai analisa dilontarkan oleh sejumlah pengamat saat melakukan diskusi Lima Pilar Institute, Kamis (21/2/19) malam, terkait perkembangan kasus Pasar Pelita Kota Sukabumi yang diduga terdapat banyak masalah dalam awal proses hingga pelaksanaan pembangunannya.

“Permasalahan Pasar Pelita tidak menutup kemungkinan akan seperti kasus Hambalang. Mengingat masih banyak menyimpan masalah,” kata Pendi Permana Elong, Presidium GP4 (Gerakan Pengawal Pembangunan Pasar Pelita) saat dikonfirmasi Sukabuminow melalui sambungan telepon, Jumat (22/2/19).

Ia menyebutkan, jika pembangunan pasar yang saat ini tengah dilakukan oleh PT Fortunindo tidak selesai hingga Oktober 2019, maka sama artinya Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi dinilai gagal dalam melaksankan pembangunan prekonomian di Kota Sukabumi.

“Pengembang harus konsisten terhadap komitmen yang telah disepakati dengan pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan,” katanya.

Baca Juga  :

Senada dengan GP4, Agus Subagja, pengamat kebijakan daerah, mengatakan, jika pembangun tersebut tidak kunjung usai, maka jelas akan menimbulkan banyak permasalahan baru.

“Kami sangat mengkhawatirkan proses pembangunan pasar tersebut. Pasalnya, sejak awal pembangunan pasar ini sudah terdapat masalah sehingga pembangunan sempat mangkrak,” ungkapnya.

Ia menuturkan, jika mangkraknya pembangunan pasar pada saat itu terus dilakukan penyelidikan, maka kemungkinan permasalahan ini akan terungkap lebih jauh. Meski demikian, ia mengaku tidak berharap hal tersebut terjadi. Ia berharap, segala permasalahan dalam sejarah Pasar Pelita Kota Sukabumi segera disudahi .

“Masalah pasar ini sudah terkuak atas prilaku saudara IR yang saat ini tengah menjalankan masa hukuman penjara Jangan sampai kemudian muncul IR yang lainnya,” paparnya.

Terpisah, Yana Fajar, Pengamat Kebijakan Publik, menilai Pasar Pelita akan menjadi kejayaan sebagai pasar induk. Meskipun begitu, pembangunan Pasar Pelita bukan tentang satu sektor.

“Kebijakan Pasar Pelita ini bukan lagu tentang satu sektor, melainkan multi sektor. Kebijakannya harus holistik, bukan lagi sektoral,” terangnya.

Pasar itu bagian dari roda prekonomian, dimana pasar merupakan salah satu indikator dalam mengurai tingkat kesenjangan dan kesejahteraan masyarakat. Maka dianggap perlu dan patut dijadikan skala prioritas perhatian pemerintah.

“Jika dibiarkan lebih lama lagi, jelas akan melumpuhkan roda prekonomian rakyat. Pemerintah harus memiliki strategi kedepan pasca pembangunan pasar tersebut,” pungkasnya. (Eko Arief)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru