Waspada! Nama Kabid DPPKB Sukabumi Dicatut, Ini Klarifikasinya
Sukabuminow.com || Fenomena penipuan digital yang mencatut nama pejabat kembali mencuat dan menjadi perhatian serius di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini, modus tersebut menimpa Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, yang namanya digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.
Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya nomor tidak dikenal, yakni +62 823-6492-3597, yang menggunakan foto profil serta identitas menyerupai Feri Budiman. Pelaku menghubungi sejumlah pihak dengan dalih komunikasi kedinasan.
Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, pelaku bahkan mencoba membangun komunikasi formal layaknya pejabat, sehingga berpotensi menimbulkan kepercayaan dari korban.
Menanggapi hal tersebut, Feri Budiman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk kepentingan dinas maupun komunikasi pribadi.
“Saya menegaskan bahwa nomor tersebut bukan milik saya. Segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan saya melalui nomor itu adalah tidak benar dan patut dicurigai,” ujar Feri dalam keterangannya, Jumat (10/4/26).
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya mitra kerja dan jajaran pemerintahan, untuk tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan pejabat tanpa verifikasi yang jelas.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi ulang melalui kanal resmi. Jangan langsung merespons apalagi memberikan data atau informasi penting kepada pihak yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Langkah preventif seperti tidak membagikan data pribadi, memverifikasi identitas pengirim, serta melaporkan aktivitas mencurigakan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penipuan digital.
Feri berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin berkembang.
“Kami berharap masyarakat tidak lengah. Kehati-hatian adalah langkah awal untuk melindungi diri dari kejahatan digital,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur : Andra Permana




