AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Banyak Dikeluhkan Warga, Bupati Sukabumi Tegaskan Perbaikan Jalan Diprioritaskan

Sukabuminow.com || Kerusakan jalan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian publik. Keluhan masyarakat yang terus bermunculan di media sosial membuat persoalan infrastruktur daerah ini ikut menjadi sorotan nasional, terutama setelah sejumlah ruas jalan disebut mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas warga.

Sorotan tajam pun mengarah kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar. Menanggapi kritik yang berkembang, Asjap menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak tinggal diam dan saat ini tengah melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Menurutnya, kondisi geografis dan panjang ruas jalan kabupaten menjadi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Sukabumi.

“Jalan rusak sekarang sudah berjalan, sedang proses. Kita punya jalan kabupaten sekitar 1.400 kilometer. Sedangkan dana kita terbatas, tidak bisa semuanya langsung dibangun,” kata Asjap, usai Upacara Hardiknas di Alun Alun Palabuhanratu, Rabu (20/5/26).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik warga yang menilai penanganan jalan rusak berjalan lambat. Bupati Asjap mengakui aspirasi masyarakat terus meningkat, terutama di era digital ketika kondisi jalan cepat menyebar melalui media sosial.

Ia bahkan menyebut keluhan mengenai “jalan butut” hampir setiap hari muncul di berbagai platform digital. Namun demikian, Pemkab Sukabumi tetap berkomitmen menjalankan pembangunan secara terukur dengan mengutamakan ruas yang paling rusak dan paling banyak dikeluhkan masyarakat.

“Saya juga sesuai janji politik ingin jalan di Kabupaten Sukabumi mulus. Tapi dengan keterbatasan anggaran, kita memanfaatkan dana yang ada dan memprioritaskan jalan-jalan yang rusak,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini memfokuskan pembangunan pada titik-titik strategis yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang sangat luas dengan kondisi topografi beragam, mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, hingga daerah terpencil yang membutuhkan biaya besar untuk pembangunan infrastruktur.

Meski masih menuai kritik, Pemkab Sukabumi mengklaim pembangunan jalan terus menunjukkan progres. Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Asjap, kondisi jalan kabupaten dengan kategori mantap saat ini telah mencapai sekitar 65 persen.

“Kondisi sekarang sekitar 65 persen mantap. Tapi terus bertahap dibangun,” tandasnya.

Persoalan jalan rusak sendiri menjadi salah satu isu paling sensitif di Kabupaten Sukabumi karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelayanan masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi janji politik, tetapi benar-benar dirasakan hingga pelosok desa di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page