Sukabuminow.com || Peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk memperkuat semangat kebersamaan, kemandirian, dan optimisme dalam membangun sektor perikanan yang lebih maju dan berkelanjutan.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi, Dede Ola, menegaskan bahwa nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, tema soliditas dan sinergitas yang diusung dalam momentum Hari Nelayan Nasional tahun ini harus menjadi energi baru bagi para nelayan untuk terus berkembang di tengah berbagai tantangan sektor kelautan dan perikanan.
“Momentum Hari Nelayan Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa nelayan adalah pejuang pangan bangsa. Mereka bekerja keras menjaga keberlangsungan sektor perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Dede Ola, Rabu (20/5/26).
Ia mengatakan, perubahan zaman dan tantangan ekonomi global menuntut para nelayan untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tata kelola usaha perikanan, hingga penguatan kelembagaan nelayan.
Karena itu, pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
“Nelayan harus tetap solid, saling mendukung, dan terus meningkatkan kemampuan. Dengan sinergi yang kuat, sektor perikanan Sukabumi akan semakin maju dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap kehidupan nelayan, termasuk mendukung keberlanjutan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Sebagai organisasi yang menaungi para nelayan, HNSI Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus hadir memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan nelayan di berbagai bidang.
Dede Ola menyampaikan, HNSI akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait guna menciptakan sektor perikanan yang produktif, aman, dan berkelanjutan.
Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penguatan akses bantuan, pendampingan usaha, hingga edukasi terkait pengelolaan hasil perikanan.
“Kami ingin nelayan Sukabumi semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing. HNSI akan terus hadir menjadi rumah perjuangan bagi nelayan agar sektor perikanan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya.
Kabupaten Sukabumi yang memiliki garis pantai 117 kilometer di wilayah selatan Jawa Barat dinilai menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Potensi tersebut, kata Dede Ola, harus dikelola secara maksimal dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan.
Ia optimistis, apabila seluruh pihak mampu menjaga soliditas dan sinergitas, sektor perikanan Sukabumi dapat berkembang lebih pesat dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi unggulan daerah.
“Harapan kami, nelayan Sukabumi semakin sejahtera, generasi muda mulai tertarik pada sektor perikanan, dan potensi laut yang kita miliki dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
