AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Dari Jembatan hingga Huntap, Sukabumi Percepat Pembangunan Infrastruktur Berbasis Kebutuhan Warga

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Fokus pembangunan diarahkan pada sektor strategis, mulai dari konektivitas wilayah, hunian layak, hingga digitalisasi pemerintahan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi sekadar proyek fisik, melainkan instrumen kebijakan daerah untuk memperkuat daya saing dan pemerataan pembangunan.

“Infrastruktur adalah pintu masuk utama pelayanan publik. Jalan, jembatan, kantor layanan, hingga rumah layak huni semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu memudahkan kehidupan masyarakat,” ujar Sendi usai mendampingi Bupati Sukabumi, Asep Japar, meresmikan penggunaan Kantor Kecamatan Warungkiara, Senin (9/2/26).

Jembatan Tarisi: Kunci Mobilitas Antarwilayah

Salah satu proyek strategis yang telah rampung adalah Jembatan Tarisi, yang menghubungkan dua kecamatan dan menjadi akses vital aktivitas ekonomi warga. Keberadaan jembatan ini memperpendek waktu tempuh distribusi hasil pertanian dan UMKM.

Menurut Sendi, jembatan bukan hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas ekonomi.

“Jembatan Tarisi membuka akses logistik, pendidikan, dan kesehatan. Dampaknya langsung terasa pada pergerakan ekonomi lokal,” jelasnya.

Rutilahu: Meningkatkan Kualitas Hidup Warga

Di sektor sosial, Pemkab Sukabumi juga menuntaskan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di berbagai kecamatan. Program ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat.

“Rutilahu bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun martabat. Rumah yang layak adalah pondasi keluarga produktif,” tegas Sendi.

Data Center: Akselerasi Digital Pemerintahan

Selain infrastruktur fisik, Sukabumi juga mendorong transformasi digital melalui pembangunan Gedung Data Center Diskominfosan. Fasilitas ini menjadi pusat pengelolaan data pelayanan publik, sistem informasi daerah, hingga integrasi layanan digital.

“Tanpa data yang kuat, kebijakan akan lemah. Data center ini menjadi tulang punggung smart governance di Sukabumi,” kata Sendi.

Huntap: Solusi Berkelanjutan untuk Korban Bencana

Untuk wilayah rawan bencana, Pemkab Sukabumi menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak, khususnya di kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya. Program ini dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan.

“Huntap adalah solusi jangka panjang. Relokasi berbasis keselamatan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan darurat berulang,” ungkap Sendi.

Strategi Nasional Berbasis Lokal

Sendi menekankan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur Sukabumi diselaraskan dengan agenda nasional, seperti penguatan konektivitas daerah, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta digitalisasi pelayanan publik.

“Kami mengedepankan skala prioritas berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan anggaran terbatas, yang dibangun harus berdampak langsung,” pungkasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Sukabumi menempatkan diri bukan sekadar sebagai daerah pembangunan, tetapi sebagai model implementasi kebijakan nasional di level lokal, dengan infrastruktur sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!