Dari Sosialisasi ke Aksi, Disperkim Sukabumi Mulai Ratakan Lahan Relokasi Cikadu Palabuhanratu
Sukabuminow.com || Bunyi mesin backhoe yang bekerja meratakan kontur tanah di Pasir Goong, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi penanda bahwa proses relokasi penyintas bencana pergerakan tanah Kampung Gempol kini benar-benar memasuki tahap nyata.
Sejak Minggu (8/2/26) siang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mulai melaksanakan cut and fill sebagai langkah awal pembangunan kawasan hunian baru bernama Kampung Mubarakah.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa pengerahan dua alat berat ini merupakan jawaban konkret atas sosialisasi relokasi yang telah dilakukan kepada warga beberapa hari sebelumnya.
“Ini bentuk komitmen kami. Sosialisasi tidak berhenti di ruang pertemuan, tapi langsung kita tindak lanjuti di lapangan. Hari ini dua alat berat sudah bekerja untuk cut and fill,” ujar Sendi, Selasa (10/2/26).
Disperkim menurunkan dua unit backhoe untuk mempercepat penataan lahan milik pemerintah daerah seluas 5 hektare. Lahan ini dipersiapkan sebagai lokasi relokasi bagi 100 kepala keluarga penyintas bencana pergerakan tanah tahun 2024.
Menurut Sendi, proses cut and fill direncanakan berlangsung selama sekitar tiga minggu, dengan sistem kerja bertahap namun simultan.
“Begitu satu blok siap, langsung kita mulai pembangunan rumah. Jadi tidak menunggu seluruh lahan selesai diratakan. Prinsipnya, begitu tanah siap, langsung ditanam,” jelasnya.
Ia menyebut, semula cut and fill dijadwalkan sejak awal Januari, namun sempat tertunda karena adanya penanganan bencana lain di wilayah Sukabumi. Kini, seluruh tahapan kembali dipercepat sesuai arahan pimpinan daerah.
“Pak Bupati (Asep Japar) menginginkan sebelum Ramadan warga sudah mendapatkan kebahagiaan. Maka kami kejar betul tahap awal ini agar pembangunan bisa segera berjalan,” katanya.
Di atas lahan tersebut akan dibangun 100 unit Rumah Khusus tipe Rumah Sakinah, masing-masing berdiri di atas lahan 60 meter persegi dengan luas bangunan 5×6 meter. Rumah dirancang berbentuk rumah panggung, dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dan dapur.
Nilai pembangunan setiap unit mencapai Rp35 juta all in, termasuk fasilitas dasar seperti septic tank komunal dan sumur bor.
Sendi menegaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui skema lelang kebaikan, bukan proyek pemerintah murni.
“Pendanaan berasal dari berbagai sumber sah, mulai dari Pemkab Sukabumi, perusahaan, hingga FPRB. Ini bukan proyek APBD, tapi gotong royong semua pihak,” tegasnya.
Dari hasil verifikasi dan validasi, sebanyak 100 unit rumah harus dibangun di kawasan Pasir Goong. Saat ini, komitmen pembangunan telah terkumpul 64 unit, dengan 20 unit berasal dari Pemkab Sukabumi.
“Lelang kebaikan masih terus berjalan. Harapan kami, Cikadu bisa selesai di tahap pertama. Sehingga tahap berikutnya bisa untuk wilayah terdampak lainnya,” ujar Sendi.
Ia juga menekankan bahwa seluruh rumah berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah, sehingga tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan.
“Rumah ini hanya untuk relokasi. Tidak boleh dijual, tidak boleh diwariskan. Yang berhak hanya kepala keluarga yang terdata sebagai penyintas,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh proses cut and fill sebagai bagian dari pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Kami dari kecamatan memastikan proses di lapangan berjalan kondusif. Kehadiran alat berat ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan warga,” kata Deni.
Ia menilai relokasi ke Kampung Mubarakah sebagai solusi jangka panjang yang lebih aman bagi warga Kampung Gempol.
“Lokasi ini secara teknis lebih layak dan aman. Yang terpenting, warga bisa kembali hidup dengan rasa tenang dan tidak lagi berada di zona rawan bencana,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pekerjaan teknis, proses cut and fill di Pasir Goong menandai dimulainya fase baru pemulihan sosial bagi penyintas bencana. Dari tanah yang kini diratakan, fondasi kehidupan baru mulai dibangun—menuju Kampung Mubarakah, tempat harapan warga Kampung Gempol ditanam kembali dengan lebih aman dan bermartabat.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




