Harga Beras Tinggi, Pemkab Sukabumi Ungkap Sebab
Sukabuminow.com || Melambungnya harga beras menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Terbaru, tim gabungan Pemkab Sukabumi dan instansi lainnya melakukan sidak ke Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu untuk meninjau harga beras dan ketersediaan bahan pokok lainnya, Rabu (21/2/24).
Baca Juga :
Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan mengatakan, pihaknya mendapatkan sejumlah fakta terkait naiknya harga beras. Salah satunya karena pasokan yang berkurang.
“Harga beras memang naik akhir-akhir ini. Pasokan agak kurang karena berbagai hal. Di Kabupaten Sukabumi sendiri karena beberapa hal seperti masa tanam dan panen padi yang bergeser,” terang Deni.
Ia menjelaskan, pergeseran tanam dan panen diakibatkan cuaca yang tak menentu. Apalagi di Kabupaten Sukabumi terutama di wilayah selatan yang kerap menjadi lumbung padi, mengandalkan hujan untuk tanam padi.
“Mayoritas sawah tadah hujan. Biasanya kita tanam Oktober kemudian panen raya itu Januari Februari, sekarang bergeser. Tanam mulai Desember akhir karena hujan baru konsisten. Panen raya nanti bulan April,” jelas Deni.
Sebelumnya Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyebut salah satu solusi untuk membuat stabil harga beras yakni adanya operasi pasar murah dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Cianjur. Pihaknya telah menggelar operasi pasar murah beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) di Kecamatan Palabuhanratu pada Senin dan Selasa kemarin. Harga beras tersebut 10.600 rupiah per kilogram.
“Saat ini kan harga beras mencapai 12 ribu hingga 13 ribu rupiah per liter. Kemudian antara 14 ribu hingga 15 ribu rupiah per kilogram,” bebernya.
“Kita berharap harga beras segera stabil kembali. TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) terus berupaya merealisasikan itu. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadan,” pungkasnya. (Ade F)
Editor : Andra Permana




