Pesona Tersembunyi Goa Leuweung Guha, Dinas Pariwisata Sukabumi Siapkan Konsep Aman dan Berkelanjutan
Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi terus menegaskan posisinya sebagai daerah dengan kekayaan wisata alam yang beragam. Selain pantai dan pegunungan yang telah dikenal luas, kawasan selatan Sukabumi atau Pajampangan menyimpan potensi wisata berbasis alam yang masih terbuka untuk dikembangkan secara berkelanjutan, salah satunya wisata goa alam.
Salah satu potensi tersebut berada di Kampung Leuweung Guha, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade. Lokasinya yang tidak jauh dari kawasan Pantai Minajaya menjadikan goa alam ini memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem wisata selatan Sukabumi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa Goa Leuweung Guha merupakan anugerah alam yang memiliki karakter unik dan berbeda dibandingkan destinasi lain di sekitarnya. Berdasarkan peninjauan langsung ke lokasi, ia melihat struktur goa yang terbentuk secara alami dengan rongga-rongga yang saling terhubung, menciptakan lanskap bawah tanah yang menarik.
“Ketika kita turun langsung ke dalamnya, terlihat jelas bahwa di bawah permukaan tanah terdapat rongga-rongga alami yang saling bertemu di beberapa titik. Ini adalah kekayaan alam yang luar biasa dan patut disyukuri,” ujar Ali, Jumat (2/1/26).
Menurutnya, potensi tersebut tidak bisa dikelola secara tergesa-gesa. Dinas Pariwisata menekankan bahwa pengembangan wisata goa harus diawali dengan kajian menyeluruh, terutama terkait aspek keselamatan dan mitigasi risiko. Hal ini menjadi prinsip utama sebelum Goa Leuweung Guha diperkenalkan secara luas kepada wisatawan.
“Sebelum dipasarkan dan dibuka untuk umum, kajian harus dilakukan terlebih dahulu. Kita perlu memastikan tingkat keamanannya, menentukan mitigasi risiko, melengkapi peralatan, serta menyiapkan fasilitas penunjang yang sesuai standar,” tegasnya.
Ali juga menyoroti pentingnya pemetaan kawasan secara detail. Setiap titik di dalam goa perlu diklasifikasikan, mulai dari area yang sudah aman dikunjungi hingga bagian yang masih memerlukan pengembangan dan pembatasan akses.
“Pemetaan ini penting agar pengelolaan berjalan tertib. Mana yang sudah siap dikunjungi, mana yang masih harus disempurnakan. Dengan begitu, wisata bisa berjalan aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengembangan wisata Goa Leuweung Guha tidak hanya berorientasi pada daya tarik semata, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang tepat, wisata berbasis alam dapat menjadi penggerak ekonomi lokal tanpa menghilangkan nilai konservasi.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, lanjut Ali, berkomitmen untuk hadir dalam proses fasilitasi dan pendampingan agar potensi wisata alam di kawasan Minajaya dapat berkembang secara optimal dan terarah.
“Harapannya, ke depan Goa Leuweung Guha bisa menjadi salah satu destinasi wisata petualangan unggulan di Pajampangan, yang dikelola dengan prinsip aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang matang dan kolaboratif, Goa Leuweung Guha diproyeksikan menjadi warna baru dalam peta pariwisata Kabupaten Sukabumi, sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di wilayah selatan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




