Geger Tulang Belulang Manusia di Hutan Sukabumi, Ditemukan Pemburu Babi
Sukabuminow.com || Warga Kampung Cisagu, Kedusunan Gunung Puntang, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh penemuan tulang belulang yang diduga milik manusia. Temuan itu berserakan di pinggir jalan setapak di tengah kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), menciptakan suasana mencekam di tengah warga sekitar.
Penemuan mengerikan itu terjadi pada Jumat (18/4/25), saat seorang petani yang tengah memburu babi hutan menyusuri jalan setapak. Niat awalnya hanya untuk menghalau babi agar tak merusak lahan pertanian warga, namun perjalanan itu justru berujung pada penemuan yang tak terduga.
Kepala Desa Sirnarasa, Okih, membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan cerita dari kepala dusun, tulang belulang tersebut ditemukan oleh seorang petani yang sedang melakukan perburuan babi secara tradisional.
“Menurut pak kadus, ada warga yang sedang menghalau babi dari kebun. Saat menyusuri jalan hutan, dia menemukan tulang belulang berserakan, termasuk tengkorak manusia,” ujar Okih saat dikonfirmasi, Senin (21/4/25).
Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari Kampung Cisagu, masuk ke dalam wilayah Kedusunan Gunung Puntang. Tengkorak dan potongan tulang lainnya disebut tergeletak begitu saja di pinggir jalan hutan.
“Belum diketahui pasti siapa identitas korban. Yang jelas, lokasi penemuannya cukup jauh dari permukiman, di jalur yang hanya dikenal warga lokal. Jadi wajar kalau tidak ada yang tahu sebelumnya,” tambah Okih.
Ia juga menegaskan bahwa warga yang menemukan bukanlah pemburu profesional, melainkan petani biasa yang kerap menghalau hama babi liar yang mengancam hasil tani.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan penemuan tersebut. Tim Inafis dan penyidik Satreskrim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil olah TKP, kami temukan sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti kaos cokelat, celana pendek, dan sarung bermotif kotak warna kuning,” jelasnya.
Ia menduga tulang belulang tersebut telah lama berada di lokasi. Meski begitu, hingga saat ini polisi belum bisa memastikan identitas korban.
“Proses identifikasi masih berlangsung. Kami belum mendapat petunjuk yang cukup untuk mengetahui siapa korban. Penyelidikan lebih lanjut sedang kami lakukan,” tegas Tono.
Penemuan ini meninggalkan tanya besar dan kegelisahan di tengah masyarakat, terutama karena lokasi kejadian berada di kawasan hutan yang selama ini dikenal sunyi dan jarang dijamah manusia. (Edo)
Redaktur : Andra Permana




