Sukabuminow.com || Muhammad Adriansah (7 th), bocah asal Kampung Cihurang RT 11/09 Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, harus berjuang melawan penyakit Hirschsprung yang telah dideritanya sejak lahir. Penyakit bawaan langka ini menyebabkan gangguan pada usus besar sehingga feses terjebak di dalam usus dan membuat penderitanya kesulitan buang air besar.
Melihat kondisi Adriansah yang kian memprihatinkan, Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu bersama unsur Forkopimcam, Pemerintah Desa Pasirsuren, Puskesmas Citarik, bidan desa, serta kader posyandu turun langsung melakukan kunjungan dan asesmen ke rumahnya pada Senin (25/8/25).
Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, melalui Sekretaris Kecamatan Palabuhanratu, Hendriana, menuturkan bahwa sebelumnya Adriansah sempat difasilitasi berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung pada 2024. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan agar dilakukan pengobatan lanjutan di RS R. Syamsudin SH Kota Sukabumi. Namun, tindak lanjut itu belum terlaksana karena terkendala pendampingan keluarga.
“Ibunya saat itu sedang hamil, sementara ayahnya harus bekerja. Selain itu, keluarga juga merasa takut jika harus dilakukan tindakan operasi,” ungkap Hendri, Selasa (26/8/25).
Meski begitu, Hendri menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam. Pihaknya bersama desa terus berupaya meyakinkan keluarga agar membawa Adriansah ke rumah sakit. Ia memastikan, bocah tersebut sudah terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga tidak ada kendala administrasi.
“Mudah-mudahan besok atau lusa pasien bisa diperiksa di RSUD Palabuhanratu. Jika memang harus dirujuk, kita akan bawa ke rumah sakit rujukan. Yang paling penting sekarang adalah keyakinan keluarga untuk membawa anaknya agar bisa segera mendapatkan tindakan medis,” tegasnya.
Selain upaya medis, pemerintah juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan berupa sembako, selimut, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya. Tidak hanya itu, Pemerintah Desa Pasirsuren berencana mengusulkan keluarga Adriansah sebagai penerima program rumah tidak layak huni (rutilahu) mengingat kondisi rumah yang ditempati sangat memprihatinkan.
Kepala Desa Pasirsuren, Iyan Sunandi, menyampaikan pihaknya akan terus bersinergi dengan kecamatan dan tenaga kesehatan dalam mendampingi keluarga Adriansah.
“Adriansah butuh dukungan kita semua. Kami bersama puskesmas dan posyandu akan memantau kesehatannya. Semoga ia bisa segera sembuh dan menjalani hari-harinya sebagaimana anak-anak lain. Masalah sosial dan kesehatan seperti ini harus menjadi kepedulian bersama,” ujarnya.
Dengan perhatian dan dukungan berbagai pihak, harapannya ada jalan terbaik bagi kesembuhan Adriansah agar dapat tumbuh sehat dan tersenyum kembali.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
