Disperkim Sukabumi dan Kecamatan Simpenan Bergerak, Etin Segera Punya Tempat Layak Huni

Sukabuminow.com || Kisah pilu Etin (25 th), warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang terpaksa tinggal di kandang domba bersama ibunya, Ibah, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) serta Pemerintah Kecamatan Simpenan, langkah nyata dilakukan agar Etin tidak kembali bermalam di tempat yang sejatinya bukan untuk manusia.

Kondisi Etin sebelumnya viral di media sosial setelah diketahui tidur di sebuah kandang sempit berdinding papan bekas, hanya beberapa meter dari domba peliharaan keluarga. Potret ini bukan sekadar gambaran kemiskinan, melainkan juga jeritan batin seorang perempuan muda yang mendambakan tempat tinggal lebih layak.

Pemerintah Bergerak Cepat

Plt Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan bahwa apa yang dialami Etin menjadi perhatian langsung Bupati Sukabumi. Ia bersama Camat Simpenan turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan segera dilakukan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari perintah Pak Bupati. Rumah keluarga Etin masuk kategori tidak layak huni (RTLH), dan In Syaa Allah akan kami intervensi. Rencananya, paling lambat Oktober 2025 pembangunan rumah bisa dimulai agar Etin tidak lagi tinggal di kandang kambing,” ujar Herdi saat mengunjungi Etin, Selasa (26/8/25).

Namun, pemerintah juga menyiapkan langkah cepat agar Etin tidak kembali ke kandang domba saat menunggu pembangunan rumah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan Pak Camat juga akan menyiapkan tenda darurat ukuran 4×4 dari BNPB sebagai solusi sementara. Jadi, Etin tetap terlindungi dengan layak,” imbuhnya.

Dukungan dari Kecamatan Simpenan

Camat Simpenan, Ade Akhsan Bratadiredja, menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal sudah turun tangan mendampingi Etin. Pemerintah kecamatan bersama perangkat desa, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, hingga relawan setempat bahu membahu membantu Etin dengan memberikan sembako dan kebutuhan dasar.

“Etin ini sebenarnya bukan orang dengan gangguan jiwa, melainkan dalam masa kejiwaan yang membutuhkan perhatian khusus. Kalau diajak bicara, masih ada respons yang baik. Oleh karena itu, kami bersama-sama mencari solusi terbaik agar Etin mendapat kehidupan yang layak,” terang Akhsan.

Ia menambahkan, dukungan juga datang dari tokoh masyarakat seperti Ketua RT, kepala dusun, hingga pemerhati lingkungan setempat yang ikut berperan menjaga keberlangsungan hidup Etin.

“Ini bentuk kepedulian bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kolaborasi dengan warga agar Etin benar-benar bisa keluar dari kondisi yang menyedihkan ini,” pungkasnya.

Dari Kandang Domba Menuju Harapan Baru

Upaya nyata yang dilakukan Pemkab Sukabumi melalui Disperkim dan Kecamatan Simpenan menjadi secercah harapan baru bagi Etin dan keluarganya. Dari tempat tinggal sempit penuh bau kotoran ternak, kini perlahan terbuka jalan menuju kehidupan lebih manusiawi.

Di balik tatapan kosong seorang gadis muda bernama Etin, tersimpan doa sederhana, yakni rumah yang kokoh, ruang yang layak, serta kehidupan yang penuh martabat. Dan kini, harapan itu perlahan diwujudkan melalui kepedulian pemerintah dan masyarakat yang tak rela melihat warganya hidup di kandang domba.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru