Sukabuminow.com || Dua evaluator dari UNESCO Global Geopark (UGGp), Bojan Rezun asal Slovenia dan Zhang Chenggong asal Tiongkok, menyampaikan kesan positif terhadap perkembangan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) di Kabupaten Sukabumi setelah melakukan evaluasi sejak 30 Juni hingga 3 Juli 2025. Revalidasi ini menjadi momentum penting bagi CPUGGp, yang saat ini tengah berjuang meraih green card dari UNESCO.
Dalam penilaian mereka, CPUGGp tidak hanya menunjukkan potensi geologis dan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga memperlihatkan komitmen kuat dalam pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif.
Pemulihan Pascabencana Menjadi Fondasi Kemajuan
Bojan Rezun menyoroti bagaimana CPUGGp berhasil tetap tangguh di tengah pemulihan pascabencana.
“Geopark ini memiliki tim yang luar biasa, dan mereka telah bekerja dengan sangat baik dalam mengatasi dampak bencana. Ini memperkuat komunitas lokal dan menjadi dasar penting menuju pembangunan berkelanjutan,” ujar Bojan dalam konferensi pers di Grand Inna Samudera Beach Hotel (SBH) Palabuhanratu, Kamis (3/7/25) malam.
Menurutnya, meskipun masih terdapat tantangan infrastruktur di beberapa wilayah terpencil, progres pemulihan sudah tampak nyata.
“Kita tidak bisa berharap semua selesai dalam sebulan, tetapi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal telah menunjukkan arah kemajuan yang signifikan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Zhang Chenggong. Ia menekankan bahwa pendekatan geopark yang tidak hanya fokus pada konservasi geologi, tetapi juga pada pembangunan sosial-ekonomi masyarakat, adalah langkah strategis yang patut diapresiasi.
“Keterlibatan komunitas menjadi kunci. Dan di Sukabumi, hal ini sudah berjalan sangat baik,” ujarnya.
Desa Tradisional dan Edukasi: Dua Pilar Kekuatan
Dalam kunjungannya, Bojan mengungkapkan kekagumannya pada Desa Wisata Sinarresmi. Ia menyebut desa tersebut sebagai gambaran nyata keberlanjutan yang harmonis antara manusia dan alam.
“Saya tidak menyangka bisa merasakan keterikatan emosional seperti itu. Cara mereka hidup sejalan dengan alam sangat menginspirasi,” ujarnya.
Selain itu, aspek pendidikan menjadi sorotan utama bagi kedua evaluator. Zhang Chenggong menilai bahwa edukasi geopark di Kabupaten Sukabumi sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya melalui sekolah.
“Ini luar biasa. Pendidikan tentang geopark tidak hanya ada di kelas, tetapi juga di kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Budaya Lokal Jadi Identitas Kuat
Bojan juga memuji kekayaan budaya di Kabupaten Sukabumi yang dianggap sangat potensial untuk dikembangkan dan dipromosikan ke tingkat global.
“Warisan budaya di sini, baik yang bersifat tangible maupun intangible, sangat kaya. Penting untuk terus dikembangkan bersama masyarakat lokal,” ungkapnya.
Hal ini menjadi poin penting dalam penilaian revalidasi karena budaya merupakan salah satu indikator utama dalam pengelolaan geopark berkelas dunia.
Pengelolaan Diapresiasi, Kolaborasi Jadi Kunci
Kedua evaluator menilai pengelolaan CPUGGp sangat baik, termasuk sinergi antara pengelola geopark, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
“Persiapan tim sangat rapi dan koordinasinya lebih dari yang kami harapkan. Berdasarkan pengalaman saya, ini salah satu proses revalidasi terbaik,” ungkap Bojan.
“Dari proses evaluasi ini, saya melihat bahwa kalian sudah melakukan pekerjaan luar biasa, dan Sukabumi sangat potensial sebagai model geopark berkelanjutan di masa depan,” timpal Zhang.
Menuju Predikat Lanjutan UNESCO
Revalidasi CPUGGp yang dilakukan empat tahun sekali ini akan menjadi dasar penilaian UNESCO untuk menentukan status lanjutan dari geopark. Kedua evaluator tidak hanya melihat hasil fisik pembangunan, tetapi juga sejauh mana ide-ide baru dari masyarakat dapat diterima dan diimplementasikan oleh pemerintah.
Dengan semangat kolaboratif yang telah terbentuk, serta tekad kuat dalam menjaga alam dan budaya, Kabupaten Sukabumi kini berada di jalur yang tepat untuk terus mengukuhkan eksistensinya sebagai bagian dari jaringan geopark global dunia.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
