Kabupaten SukabumiPolitik

Evaluasi Pilkada 2020 Kabupaten Sukabumi, Kemenko Polhukam Terima Puluhan Aduan

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Sebanyak 27 aduan dari Bawaslu di terima Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI, saat melakukan Evaluasi Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 di Hotel Augusta Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/3/21).

Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Yusran Yunus mengatakan, dalam pihaknya mendengarkan laporan dari Bawaslu, KPU, Sekda, Kapolres dan Dandim terkait Pilkada 2020. Salah satu laporannya yakni terdapat 27 kepala desa (Kades) terlibat politik praktis saat kampanye, yang belum ditindaklanjuti oleh Pemkab Sukabumi.

“Kami bahas evaluasi secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkada kemarin. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. In Syaa Allah ini sebagai acuan setelah pelantikan kemarin bahwa bukan sampai pelantikan saja, sebelum memegang amanah ke depan saya sudah ngomong dengan pak Sekda bukan hanya janji kampanye,” ujarnya kepada wartawan.

“Bersyukur sekali ada beberapa hal yang kami dapatkan di kabupaten Sukabumi. Ada 27 kecamatan soal Kades yang melanggar aturan pilkada yang belum ditindaklanjuti Pemda. Termasuk ada ASN dan tadi sudah saya minta datanya, termasuk ada beberapa dari KPU, dan itu akan kami tindaklanjuti di pusat,” jelasnya.

Dalam evaluasi tersebut, Kemenko Polhukam juga menerima aduan dari KPU soal pemekaran Kabupaten Sukabumi, agar beban saat Pilkada tidak terlalu berat. KPU juga melaporkan sulitnya sinyal internet di pelosok Sukabumi yang menyebabkan laporan Sirekap terhambat.

“Sampai saat ini pemekaran belum ada pembahasan di pusat. Kami tanggapi soal sinyal, Sirekap sangat bagus sekali membantu dalam pelaksanaan penghitungan terakhir. Dan memang akan kita bahas kembali, yang kita khawatirkan itu soal hackernya,” ucapnya.

“Yang paling menonjol laporan 27 Kades. Kenapa tidak ditindaklanjuti?. Makanya saya minta data dan pertanyakan KPU pusat, jika sudah ada laporan biasanya sudah ada teguran. Sejauh ini perjalan Pilkada di Kabupaten Sukabumi bagus, data awal dari Jakarta juga bagus,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman mengatakan, evaluasi yang dilakukan sangat positif. Sehingga menghasilkan rekomendasi pemantapan sistem dalam rekapitulasi hasil Pilkada. Dirinya juga berharap, pemerintah memberikan keputusan matang untuk perhelatan Pilkada 2024.

“Kami memang beberapa kali mengadakan evaluasi dan menghasilkan beberapa rekomendasi terkait pemantapan sistem informasi rekapitulasi, itu sangat baik,” katanya.

“Kami berharap, pemerintah matang dalam memutuskan Pilkada di 2024. Karena berkaitan dengan evaluasi pemilu lima kotak sudah kewalahan, apalagi nanti ada pemilu dan pemilihan yang beririsan. Kemudian usulan dari kami juga agar Pilkada tidak diadakan di musim penghujan. Itu beberapa poin di antaranya yang kami sampaikan ke Kemenko Polhukam,” terangnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button