Sukabuminow.com || Di tengah berbagai tantangan kependudukan yang dihadapi Indonesia, mulai dari pengendalian laju pertumbuhan penduduk, penurunan angka stunting, hingga penguatan ketahanan keluarga, peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) menjadi semakin strategis. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sebagai langkah konkret, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggelar evaluasi kinerja bagi seluruh Penyuluh Keluarga Berencana yang bertugas di berbagai kecamatan. Kegiatan berlangsung pada 8–11 Juni 2026 di Aula Kantor DPPKB Kabupaten Sukabumi.
Evaluasi tersebut diikuti para penyuluh yang dibagi ke dalam empat angkatan. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penilaian administratif, tetapi juga menjadi forum untuk mengukur efektivitas pelayanan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kualitas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, mengatakan bahwa penyuluh keluarga berencana memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Keberhasilan program kependudukan dan pembangunan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan penyuluh di lapangan. Karena itu, evaluasi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing,” ujar Eka, Rabu (11/6/26).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi penyuluh saat ini semakin kompleks. Selain menjalankan program keluarga berencana, mereka juga berperan dalam edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan keluarga berisiko, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Setiap penyuluh diberikan kesempatan memaparkan capaian kerja, berbagai inovasi yang telah diterapkan, serta hambatan yang masih dihadapi di wilayah binaannya. Informasi tersebut menjadi bahan penting bagi DPPKB untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Eka menegaskan, penguatan kapasitas penyuluh merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Sukabumi.
“Kami ingin memastikan setiap penyuluh memiliki kompetensi, semangat inovasi, dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap dinamika sosial masyarakat. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan program sekaligus penguatan pelayanan di tingkat lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan penyuluh keluarga berencana tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target program pemerintah, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pengasuhan anak yang berkualitas.
Di Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah geografis luas dan karakteristik masyarakat yang beragam, keberadaan PKB dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh program kependudukan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Karena itu, DPPKB Kabupaten Sukabumi berkomitmen terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para penyuluh agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan keluarga di masa depan.
“Tujuan akhirnya adalah terciptanya keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Ketika keluarga kuat, maka pembangunan daerah juga akan semakin kuat. Itulah yang terus kami dorong melalui penguatan kinerja penyuluh keluarga berencana,” pungkas Eka.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
