Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus berusaha memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi.
Tahun 2026 ini, sebanyak 120 pelaku usaha mendapatkan kesempatan mengikuti program pembinaan intensif melalui Program UMKM Naik Kelas dan Motekar yang resmi dimulai pada Kamis (11/6/26).
Program yang diluncurkan langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, di Aula PKK Gedung Negara Pendopo Sukabumi tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sebanyak 90 pelaku UMKM terpilih mengikuti Program UMKM Naik Kelas hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, terdapat 30 pelaku usaha yang mengikuti Program Motekar, yakni peserta lulusan UMKM Naik Kelas tahun sebelumnya.
Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa keberhasilan UMKM memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai program yang mampu mempercepat perkembangan usaha masyarakat.
“Melalui program ini, kami memiliki target agar usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil, dan usaha kecil meningkat menjadi usaha menengah. Ketika UMKM tumbuh, ekonomi daerah pun akan tumbuh,” ujar Asjap.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen memberikan dukungan yang lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga akses pembiayaan usaha.
Program UMKM Naik Kelas dirancang tidak hanya sebatas pelatihan. Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan usaha secara langsung, akses pengembangan pasar, peningkatan kualitas produk, serta penguatan manajemen bisnis selama empat bulan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang lebih mandiri, produktif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kami terus mendorong UMKM menjadi kekuatan utama perekonomian nasional. Karena itu, berbagai akses usaha harus dibuka agar mereka dapat berkembang lebih cepat,” katanya.
Selain Program UMKM Naik Kelas, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menjalankan Program Motekar yang merupakan akronim dari Mandiri dengan Optimalisasi Teknologi Secara Terarah.
Program ini menjadi salah satu prioritas daerah dalam mempercepat transformasi digital UMKM. Fokus utamanya meliputi pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi usaha, penguatan pemasaran digital, serta fasilitasi pengembangan usaha berbasis teknologi.
Sebanyak 30 peserta yang merupakan alumni Program UMKM Naik Kelas 2025 akan mengikuti pembinaan lanjutan agar mampu mengembangkan usahanya ke level yang lebih tinggi.
“Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing produk lokal,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyiapkan akses permodalan melalui BPR Sukabumi.
Menariknya, fasilitas pembiayaan tersebut diberikan dalam bentuk kredit tanpa bunga sehingga diharapkan mampu membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani biaya tambahan.
“Kami telah menyiapkan kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM melalui BPR Sukabumi. Ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil,” ungkap Asjap.
Kebijakan tersebut mendapat perhatian karena menjadi salah satu solusi atas tantangan klasik yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yakni keterbatasan modal usaha.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti Program UMKM Naik Kelas telah melalui proses seleksi.
Sebanyak 90 peserta yang lolos akan menjalani pendampingan intensif selama empat bulan. Dalam pelaksanaannya, setiap tiga pelaku UMKM akan mendapatkan satu pendamping khusus untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal.
“Peserta Program UMKM Naik Kelas akan mengikuti pembinaan dari Mei hingga Agustus 2026. Begitu juga peserta Program Motekar yang akan mendapatkan pendampingan selama empat bulan,” jelas Tuty.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap lahir lebih banyak pelaku usaha yang mampu naik kelas, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.
Program UMKM Naik Kelas dan Motekar 2026 pun menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi kerakyatan tetap menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Sukabumi, dengan UMKM sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
