DLH Sukabumi Gencarkan Penutupan TPS Ilegal: Pemdes Cibatu Jadi Contoh Penataan Lingkungan
Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan upaya penertiban terhadap tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah ini sejalan dengan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dari dampak buruk sampah yang dibuang sembarangan.
Salah satu langkah konkret yang mendapat sorotan positif datang dari Pemerintah Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat. Pemerintah desa setempat baru-baru ini menutup sebuah TPS ilegal yang berada di ruas Jalan Cibolang–Cisaat, tepatnya di wilayah RW 06. Lokasi tersebut nantinya akan disulap menjadi halte sebagai tempat menunggu angkutan umum sekaligus ruang istirahat sementara bagi warga.

Aksi tegas tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo. Ia menilai, langkah Pemdes Cibatu bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kerap kali menjadi masalah klasik di wilayah padat penduduk.
“Tindakan yang dilakukan Pemdes Cibatu ini patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain. Akan lebih baik jika ditindaklanjuti dengan membuat Peraturan Desa (Perdes) yang memuat sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” kata Prasetyo, Selasa (6/5/25).
DLH Sukabumi sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi keberadaan TPS ilegal. Selain menindak langsung lokasi-lokasi pembuangan sampah tidak resmi, DLH juga aktif memasang spanduk larangan dan edukasi di titik-titik rawan.
“Kami akan terus menutup lokasi pembuangan sampah ilegal yang ditemukan. Ini merupakan bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak bergantung pada tindakan penegakan semata. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat lokal.
“Mari kita jaga bumi kita bersama. Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan biarkan lingkungan kita rusak hanya karena ulah kita sendiri,” pungkasnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




