Kabupaten Sukabumi

Diduga Terjadi Pungli di KUA Sukabumi, Calon Pengantin Dimintai Uang di Luar Aturan

Sukabuminow.com || Dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai terungkap setelah masyarakat mulai berani menyuarakan penyimpangan yang terjadi di lingkungan birokrasi pemerintah.

Salah satu pengakuan datang dari AHS, seorang pemuda lajang asal Sukabumi, yang bersama pasangannya FN -wanita lajang asal Sukabumi- berencana melangsungkan pernikahan.

“Setelah melakukan proses pendaftaran dan pembinaan calon pengantin di salah satu KUA di Sukabumi, saya bersama pasangan dimintai uang oleh oknum petugas KUA untuk pembayaran billing pernikahan, karena akad akan dilaksanakan di luar hari dan jam kerja kantor. Jumlahnya Rp600 ribu,” ungkap AHS kepada media ini, Kamis (24/4/25).

Tak berhenti di situ, AHS juga mengaku dimintai tambahan uang sebesar Rp200 ribu oleh oknum yang sama, dengan alasan untuk biaya transportasi.

“Saya memberikan uang itu dengan terpaksa kepada petugas berinisial ED. Saya sempat meminta kwitansi resmi, namun tidak diberikan. Petugas hanya berkata, ‘Pokoknya sudah beres, tinggal nikah’,” tutur AHS.

AHS mengaku tak ingin memperpanjang masalah karena menyangkut kebahagiaannya bersama sang calon istri. Namun, dalam hati kecilnya, ia masih mempertanyakan apakah permintaan uang tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, oknum petugas KUA berinisial ED membenarkan bahwa ia meminta uang tersebut, namun mengklaim bahwa tindakan itu tidak dilakukan untuk kepentingan pribadi.

“Benar, saya meminta uang itu dan disaksikan oleh para pegawai kantor. Bukan untuk kepentingan pribadi,” ucap ED.

Namun demikian, ED akhirnya mengatakan bahwa ia bersedia mengembalikan uang tersebut agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Saat awak media mencoba mengonfirmasi lebih lanjut kepada Kepala KUA, ED menyampaikan bahwa Kepala KUA sedang menjalankan tugas luar, dan menyarankan agar kembali pada hari Senin saat jam kerja.

Pada Senin (28/4/25) sekitar pukul 09.30 WIB, awak media kembali datang ke kantor KUA untuk menemui Kepala KUA. Di lokasi, terlihat seorang pria mengenakan peci hitam keluar dari ruangan.

“Permisi Pak, saya dari media, ingin konfirmasi,” ucap awak media sambil mengikuti pria tersebut dari belakang.

Namun pria itu hanya menunjuk ke arah salah satu pegawai.

“Itu saja sama Bapak itu, ya,” sambil berlalu pergi.

Sebelum meninggalkan lokasi, pria itu menyampaikan bahwa dirinya bukan Kepala KUA, melainkan hanya petugas kebersihan.

“Maaf, Kang, saya hanya tukang sapu di kantor ini,” ujarnya singkat, lalu meninggalkan area kantor.

Reporter: Mulya H
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page