DesakuKabupaten Sukabumi

Diduga Kecewa Usai Jagoannya Kalah Dalam Pilkades Serentak, Pria Ini Nekat Rusak Pipa Air

Sukabuminow.com || Fasilitas umum di Desa Jayanti berupa pipa penyaluran air, rusak diduga akibat perbuatan salah satu warga. Akibat dari kejadian itu, warga Kampung Cisoka RT 03 dan 04 RW 02, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, merasa geram.

Ketua RT 03/02, Pendi Lesmana, mengatakan, dirinya mendapat aduan dari warga, Minggu (17/11/19), bahwa air tidak mengalir. Dengan segera, dirinya memeriksa tempat penampungan air tersebut.

“Warga mengadu. Air mati katanya. Kemarin saya cek, ternyata pipa ada yang merusak bahkan copot. Pantas saja air tidak mengalir,” tuturnya kepada Sukabuminow.com. Selasa (19/11/19).

Baca Juga :

Tak cukup sampai di situ, Pendi menjelaskan, selang beberapa waktu, dirinya didatangi Ketua RW 02, Ade, yang tanpa sebab yang jelas memarahinya. Ia juga mengaku sempat mendapat tindakan kekerasan.

“Kejadiannya Senin kemarin. Sekitar pukul 17.30 WIB. H Ade datang ke rumah saya. Kemudian saya dimarahi di depan umum. Bahkan dua kali ditendang. Sekali di kaki kiri. Kemudian dada kiri. Banyak yang melihat. Malah H Ade terus berkoar ke semua orang yang ada,” bebernya.

Kejadian itu, disinyalir berhubungan dengan kejadian rusak dan copotnya pipa di tempat penampungan air. Sebab, penampungan tersebut berada persis di tanah milik Ade yang sebenarnya telah dihibahkan kepada warga.

“Dulu penampungan tersebut dibuat atas kesepakatan. Dan H Ade menghibahkan kepada warga. Yang jelas, H Ade setuju dengan pembangunan penampungan tersebut di atas tanahnya,” paparnya.

Pendi menduga, pelaku sakit hati dengan kekalahan jagoannya dalam Pilkades serentak yang digelar 17 November lalu. Ade merupakan pendukung bahkan keluarga salah satu calon dalam kontestasi Pilkades di Desa Jayanti.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Sukabumi. Saya buat laporan, untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa. Bahkan, warga di sekitar rumah dia juga menginginkan jaminan keselamatan. Saya harap, kejadian ini segera diproses pihak berwajib,” harapnya.

Tak hanya Pendi, tetangga Ade, Sudin (48), juga menjadi korban pelampiasan kekesalan Ade. Ternyata, Sudin korban pertama perlakuan kasar pelaku sebelum Pendi.

“Dia datang marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar. Dia marah lantaran bak penampungan diisi air lagi. Padahal kan sudah jelas jadi bak penampungan untuk warga sesuai kesepakatan dulu. Sepertinya dia sakit hati, akibat jagoannya kalah,” pungkasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close