Wisata Pantai Sukabumi Berujung Tragedi, Ayah dan Anak Terseret Arus di Pangumbahan

Sukabuminow.com || Tragedi wisata kembali terjadi di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua wisatawan asal Kota Bogor terseret arus di kawasan Muara Cipanarikan, Pantai Pasir Putih Konservasi Penyu Pangumbahan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Jumat (19/6/26). Keduanya merupakan ayah dan anak.

Pada Sabtu (20/6/26) pagi, tim SAR berhasil menemukan jasad salah satunya yang diketahui bernama Ahmad Efendi (36 th) dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui merupakan karyawan swasta asal Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sementara putranya, Tobi Efendi (12 th), hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan jenazah Ahmad Efendi ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

“Korban atas nama Ahmad Efendi ditemukan Sabtu pagi sekitar pukul 08.40 WIB di sekitar Pantai Pasir Putih dengan jarak kurang lebih 200 meter dari titik awal kejadian. Sedangkan satu korban lainnya atas nama Tobi Efendi masih dalam pencarian tim gabungan,” kata Andri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ahmad Efendi datang berwisata bersama istri dan kedua anaknya ke kawasan Pantai Pasir Putih Pangumbahan yang berada di pesisir selatan Sukabumi.

Sekitar pukul 16.20 WIB, Ahmad bersama putranya berenang di area Muara Cipanarikan yang langsung terhubung dengan Samudera Hindia. Namun, kuatnya arus dan gelombang laut diduga menyebabkan keduanya terseret ke tengah perairan hingga akhirnya tenggelam.

Menurut Andri, lokasi kejadian memang memiliki karakteristik arus yang cukup kuat, terlebih saat kondisi air laut pasang. Arus muara yang bertemu langsung dengan gelombang Samudera Hindia berpotensi menyeret siapa pun yang berada di area tersebut.

Setelah menerima laporan dari warga dan keluarga korban, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pencarian. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Polsek Ciracap, BPBD/P2BK Ciracap, Balawista, Rukun Nelayan, serta berbagai relawan kebencanaan.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta menyisir kawasan muara, garis pantai, hingga perairan sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian terus dilakukan sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Hasilnya, satu korban berhasil ditemukan, sementara pencarian terhadap Tobi Efendi masih terus dilanjutkan dengan penyisiran darat maupun laut.

Andri menegaskan bahwa seluruh unsur gabungan akan terus berupaya menemukan korban yang masih hilang. Ia juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan Sukabumi.

“Kami mengimbau para wisatawan untuk selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak berenang di area yang memiliki arus kuat, terutama di sekitar muara sungai yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia,” ujarnya.

Hingga Sabtu siang, operasi pencarian terhadap Tobi Efendi masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan di wilayah Pantai Pasir Putih Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru