Sukabuminow.com || Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 mulai dibahas dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (30/9/25). Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa APBD 2026 diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan pelayanan publik.
Arah Kebijakan Pembangunan 2026
Asep Japar menekankan bahwa penyusunan APBD 2026 berlandaskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat. Fokus pembangunan daerah ditetapkan pada penguatan kelembagaan dan tata kelola, dengan penekanan pada sektor agroindustri dan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Sukabumi.
“Pembangunan Kabupaten Sukabumi tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan sebagai fondasi untuk memperkuat sektor agroindustri dan pariwisata. Kedua sektor ini diyakini menjadi mesin penggerak utama ekonomi daerah,” ujarnya.
Penyesuaian dengan Prioritas Nasional
Menurutnya, arah kebijakan daerah juga merujuk pada arahan Presiden dalam penyampaian RUU APBN 2026, yang menekankan pada penguatan ekonomi nasional agar lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera. Karena itu, APBD 2026 Sukabumi harus disusun dengan prioritas yang ketat, mengingat keterbatasan ruang fiskal.
“Kami harus melakukan penyesuaian agar anggaran yang terbatas benar-benar dimanfaatkan secara optimal pada program-program yang paling berdampak,” tambahnya.
Fokus pada Pelayanan Publik dan Kebutuhan Dasar
Pemkab Sukabumi menegaskan bahwa APBD 2026 akan diprioritaskan pada pencapaian target pelayanan publik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Setiap perangkat daerah diminta menyusun program berdasarkan skala prioritas, dengan mengutamakan belanja wajib (mandatory spending) serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Program dan kegiatan lainnya yang bersifat pilihan baru dapat dipertimbangkan setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tegas Bupati.
Harapan Pembangunan Daerah
Asjap berharap APBD 2026 mampu menjadi instrumen efektif untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat fondasi ekonomi berbasis potensi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.
“APBD harus hadir sebagai alat untuk mempercepat pembangunan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan memperkuat daya saing daerah,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
