Kabupaten SukabumiPeristiwa

Bocah 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Palabuhanratu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Sukabuminow.com || Seorang bocah laki-laki bernama Rizki Apriansah (12 th), warga Kampung Pasir Honje RT 05/05, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan hilang terseret ombak saat berenang di Pantai Bufalo, Cipatuguran, Jumat (30/5/25). Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rizki saat itu berenang bersama sejumlah temannya di kawasan pantai sebelum diduga terseret arus laut.

Komandan Pos TNI AL Palabuhanratu, Letda (E) Ayi Jalaludin, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan laut tersebut.

“Betul, telah terjadi laka laut. Korban merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti Basarnas dan Satpol Airud,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ayi menjelaskan bahwa tim langsung melakukan asesmen dan melanjutkan pencarian sesuai dengan fasilitas dan perlengkapan yang tersedia.

“Dugaan sementara, korban terseret arus saat berenang terlalu ke tengah. Apalagi, kondisi cuaca hari ini cukup berubah-ubah,” katanya.

Menurutnya, ombak di Pantai Bufalo memang cenderung tidak stabil. “Ombak kadang sangat besar, arusnya kuat dan berubah-ubah. Sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas kejadian yang menimpa Rizki. Ia berharap proses pencarian oleh tim SAR berjalan lancar dan segera membuahkan hasil.

“Kami turut prihatin atas peristiwa ini. Semoga ananda Rizki segera ditemukan dan keluarga diberi ketabahan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar pencarian berjalan lancar dan membuahkan hasil,” ucap Deni.

Selain itu, Deni juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu.

“Kami minta warga maupun wisatawan untuk lebih berhati-hati. Jangan berenang terlalu ke tengah, apalagi saat ombak tinggi. Mari bersama menjaga keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Reporter: Edo/Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page