Banjir Simpenan Sukabumi Kepung Permukiman, Tim Gabungan Fokus Selamatkan Warga Terisolasi
Sukabuminow.com || Luapan dua aliran sungai yang mengapit permukiman warga di Kampung Kaung Luwuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali mengingatkan rapuhnya kawasan padat hunian terhadap ancaman cuaca ekstrem. Banjir yang terjadi membuat akses keluar-masuk kampung terputus dan memaksa sebagian warga bertahan dalam kondisi terbatas.
Air sungai yang meluap deras sejak malam hari tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi juga menjebak aktivitas keseharian masyarakat. Beberapa kendaraan, termasuk kendaraan angkut barang seperti mobil boks yang melintas di jalur sekitar lokasi, turut terdampak akibat akses yang terputus. Namun, fokus utama perhatian tim di lapangan tertuju pada keselamatan jiwa warga yang terisolasi.
Merespons situasi tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa Pos SAR Sukabumi bergerak cepat setelah menerima laporan kondisi darurat.
“Hingga Kamis, 18 Desember 2025 pukul 12.00 WIB, sebanyak sembilan orang berhasil dievakuasi, terdiri atas tiga orang dewasa dan enam anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, masih terdapat 14 warga lainnya yang telah terdata dan siap dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus sungai, serta keamanan personel di lapangan.
Menurut Kartika, keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, menjadi prioritas utama dalam operasi SAR. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap tahapan evakuasi berjalan aman dan efektif.
“Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kami memastikan tidak ada risiko tambahan, baik bagi warga maupun petugas,” jelasnya.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Sukabumi, Polsek Simpenan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kecamatan Simpenan, Pemerintah Desa Cidadap, Karang Taruna Desa Cidadap, SAKA SAR, Caldera Rescue, serta dukungan aktif masyarakat setempat.
Hingga saat ini, pemantauan kondisi lapangan masih terus dilakukan seiring potensi cuaca ekstrem yang belum sepenuhnya mereda. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan serta segera melaporkan kondisi darurat yang membahayakan keselamatan jiwa melalui layanan darurat SAR.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat lintas sektor menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Sukabumi bagian selatan.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




