Sukabuminow.com || Genap 100 hari sudah Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Wakil Bupati, Andreas, memimpin Kabupaten Sukabumi sejak dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Selama periode ini, pasangan kepala daerah ini langsung bergerak cepat merealisasikan sejumlah program strategis yang tertuang dalam visi-misinya.
Mulai dari pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP, perbaikan infrastruktur jalan, penyaluran beasiswa, penguatan koperasi desa, hingga kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM, menjadi bagian dari lompatan awal dalam upaya membangun Sukabumi yang lebih baik.
Layanan Kesehatan Gratis Hanya dengan KTP
Salah satu program unggulan yang paling cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah layanan kesehatan gratis di Puskesmas cukup dengan menunjukkan KTP, tanpa perlu surat rujukan atau dokumen tambahan.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara mudah, cepat, dan tanpa beban biaya. Cukup bawa KTP, bisa langsung berobat di Puskesmas,” ujar Asjap -sapaan karib Bupati Sukabumi-.
Infrastruktur Jalan Mulai Dibenahi Bertahap
Perbaikan jalan rusak dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah seperti Cibitung, Waluran, dan Jampangtengah. Meski masih menggunakan anggaran warisan dari pemerintahan sebelumnya, Asep menegaskan bahwa penanganan infrastruktur tetap menjadi prioritas.
“Anggaran 2025 merupakan hasil ketetapan pada masa pemerintahan sebelumnya, sehingga kami belum dapat menyisipkan program secara penuh. Namun pekerjaan perbaikan tetap berjalan,” demikian dijelaskan Asjap.
Pemulihan Pascabencana dan Kesiapsiagaan
Dalam sektor kebencanaan, Pemkab Sukabumi berfokus pada percepatan pemulihan infrastruktur dasar dan jaringan listrik di wilayah terdampak. Hingga kini, sebagian besar daerah sudah kembali teraliri listrik dan layanan dasar masyarakat mulai normal.
Target Kabupaten Layak Anak (KLA)
Pemkab menargetkan predikat KLA kategori utama. Asjap menyebut pembangunan daerah harus berpihak pada hak dan perlindungan anak sebagai generasi penerus.
Program yang dikembangkan antara lain pelatihan aparat desa, penyediaan sekolah ramah anak, dan sistem perlindungan berbasis komunitas.
Beasiswa untuk Penghafal Al-Qur’an dan Mahasiswa
Pemerintah daerah juga menyalurkan beasiswa sebesar Rp 5 juta kepada 104 siswa SD dan SMP penghafal Al-Qur’an. Selain itu, 150 mahasiswa asal Sukabumi menerima beasiswa melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah, Universitas Trisakti, dan Universitas Nusaputra.
Layanan Jemput Bola e-KTP untuk Pelajar
Pemkab Sukabumi bekerja sama dengan Pemkot Sukabumi melakukan layanan jemput bola untuk perekaman dan pencetakan e-KTP bagi pelajar usia 17 tahun. Langkah ini bertujuan mempercepat pemenuhan dokumen kependudukan yang krusial untuk akses layanan publik lainnya.
Kredit UMKM Tanpa Bunga, Lawan Rentenir
Dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, Pemkab menggulirkan program kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM, termasuk pedagang kecil, petani, dan pelaku industri rumahan.
“Kami ingin UMKM di Sukabumi berkembang tanpa dibebani bunga pinjaman, apalagi jeratan rentenir,” katanya.
Koperasi Desa Merah Putih di 381 Titik
Sebanyak 381 desa dan lima kelurahan kini telah memiliki Koperasi Merah Putih yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa berbasis gotong royong. Pemerintah daerah juga memfasilitasi pendirian akta legal koperasi ini hingga ke Kementerian Hukum dan HAM.
DPRD Apresiasi, Siap Kawal Visi-Misi Kepala Daerah
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasi atas capaian 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati. Menurutnya, beberapa program sudah berjalan optimal meskipun anggaran masih terbatas.
“Saya melihat Bupati dan Wakil Bupati telah menjalankan tugasnya secara baik. Program pelayanan kesehatan gratis cukup bawa KTP sudah berjalan di seluruh Puskesmas meski dengan aturan teknis tertentu. Itu capaian nyata,” kata Budi Azhar.
Ia juga menyoroti pentingnya program kredit tanpa bunga sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik rentenir atau bank keliling ilegal.
“Program kredit tanpa bunga ini memang hasil dorongan legislatif, sebagai upaya menghapus bank ‘emok’ dan lembaga keuangan tidak resmi,” imbuh Politisi Golkar itu.
Terkait Koperasi Merah Putih, Budi menyebut itu merupakan instruksi dari pemerintah pusat, namun eksekusinya di lapangan patut diapresiasi karena seluruh desa di Sukabumi telah membentuk koperasi berikut akta legalnya.
“Kami berharap kerja sama dengan universitas tidak hanya terbatas pada Nusaputra atau Muhammadiyah, tetapi juga dengan kampus-kampus lokal di Sukabumi. Termasuk pelatihan kerja yang sangat dibutuhkan untuk menyiapkan SDM siap pakai,” tegasnya.
Terakhir, Budi menegaskan DPRD akan terus mengawal realisasi visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD, agar seluruh program prioritas benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
