Sukabuminow.com || Pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi destinasi favorit wisatawan luar kota selama libur Lebaran Idulfitri. Keindahan alam, akses yang mudah, serta beragam pilihan wisata menjadikan kawasan ini selalu ramai dikunjungi, bahkan hingga H+7 Lebaran.
Pantauan di sejumlah lokasi menunjukkan antusiasme wisatawan masih tinggi, dengan titik-titik favorit seperti Pantai Istana Presiden, RTH Pantai Citepus, Pantai Karanghawu, hingga Pantai Cibangban, tetap dipadati pengunjung.

Menariknya, liburan di Palabuhanratu tak harus mahal. Banyak wisatawan yang membagikan pengalaman berlibur hemat mereka di media sosial, dan kisah mereka pun viral dan menuai respons positif.
Salah-satunya datang dari akun @Dharma Sakti, yang menceritakan pengalamannya berangkat dari Bogor hanya dengan modal Rp200.000. Dengan jumlah tersebut, ia bisa mengisi bahan bakar, makan dua kali, ngopi, membayar parkir, dan membeli jajanan ringan, bahkan masih ada sisa uang!
“Kemarin coba nekad bawa 200 ribu dari Bogor, alhamdulillah cukup. Bensin PP Rp50 ribu, makan dua kali Rp60 ribu, ngopi dua kali Rp10 ribu, parkir Rp10 ribu, beli baslok Rp10 ribu—masih ada sisa,” tulisnya pada Senin (7/4/25).
Unggahan ini langsung dibanjiri komentar netizen yang ikut berbagi pengalaman serupa. Banyak yang membuktikan bahwa liburan di Palabuhanratu tetap seru meski dengan anggaran terbatas.
Akun @Zeze Ab** misalnya, menulis:
“Kemarin kami berempat camping, berangkat jam 8 malam pulang jam 9 pagi. Bawa anak dua, cukup dengan Rp250 ribu untuk jajan, makan siang, bayar WC, bensin full tank. Parkir gratis! Catatan: makan malam dan sarapan dibawa dari rumah.”
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh @Arya Sunar**:
“Saya bawa Rp300 ribu, bisa jajan, ngopi, naik bis dan angkot ke Citepus pulang-pergi, dan masih bisa beli ikan laut Rp110 ribu. Alhamdulillah masih sisa Rp50 ribu.”
Cerita-cerita ini menunjukkan bahwa Palabuhanratu bisa menjadi pilihan liburan ekonomis namun tetap menyenangkan, terutama bagi keluarga dan anak muda yang ingin healing tanpa menguras dompet.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyambut positif fenomena ini. Ia menyebutkan bahwa kisah-kisah wisata hemat tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pariwisata Sukabumi bersifat inklusif.
“Kami di Dinas Pariwisata berkomitmen menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, sebagai wujud Sukabumi yang ramah bagi setiap pengunjung,” ujarnya.
Sendi juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan destinasi agar tetap menarik dan memberi pengalaman positif bagi wisatawan.
“Kami terus mempercantik destinasi dan menciptakan ruang atraksi yang menarik. Harga terjangkau tetap kami jaga, tetapi pelayanan dan kebersihan juga menjadi prioritas agar pengunjung tidak merasa ‘diajimumpungkan’,” pungkasnya. (Edo)
Redaktur : Andra Permana
