Sukabuminow.com || Minimnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan masih menjadi permasalahan di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Palabuhanratu. Banyak warga yang lebih memprioritaskan kebutuhan lain dibandingkan membayar pajak kendaraan mereka.
Hal ini diungkapkan oleh Kasubag TU Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kabupaten Sukabumi II Palabuhanratu, Daryanto, saat menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) KTMDU (Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang) di ruas Jalan Nasional, tepatnya di Kampung Batusapi, Cagar Alam, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (12/2/25).
“Rata-rata masyarakat menunda pembayaran pajak kendaraan, salah satu penyebabnya adalah kepemilikan kendaraan yang sudah berpindah tangan tanpa proses balik nama,” ujar Daryanto di lokasi operasi.
Menurutnya, banyak pemilik kendaraan kedua yang tidak mengetahui keberadaan pemilik pertama, sehingga kesulitan dalam mengurus administrasi pajak. Selain itu, faktor ekonomi juga berpengaruh, di mana masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan lain daripada membayar pajak kendaraan.
Opsgab KTMDU tersebut digelar sebagai upaya sosialisasi agar masyarakat lebih sadar akan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan. Operasi melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Polisi Militer.
“Alhamdulillah, operasi ini berjalan sesuai harapan. Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dalam membayar pajak kendaraan sesuai dengan jenis dan jatuh temponya,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai jumlah kendaraan yang terjaring dalam operasi ini, Daryanto mengungkapkan bahwa data masih dalam proses penghitungan. Namun, secara umum, tingkat kesadaran pajak kendaraan di Palabuhanratu masih tergolong rendah.
“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah kendaraan yang menunggak pajak di Palabuhanratu masih cukup tinggi,” pungkasnya. (Edo)
Editor : Andra Permana
