Sukabuminow.com || Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sukabumi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan berbasis keumatan.
Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, K.H. E.S. Mubarok, menegaskan bahwa NU tidak hanya berperan dalam dakwah keagamaan, tetapi juga siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong sektor pendidikan, ekonomi umat, hingga penguatan sosial kemasyarakatan.
“NU memiliki ribuan kader aktif yang tersebar hingga tingkat desa. Ini adalah potensi besar untuk mendukung agenda pembangunan daerah secara langsung di masyarakat,” ujar K.H. E.S. Mubarok usai peringatan Satu Abad NU di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (4/2/26).
Menurutnya, konsep Sukabumi Mubarakah yang selama ini digaungkan Pemkab Sukabumi sejalan dengan nilai dasar NU yang bertumpu pada lima prinsip, yakni ibadah, amanah, mahabbah, harokah, dan jamaah (kebersamaan).
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun moral, etika, dan solidaritas sosial. Di sinilah NU mengambil peran strategis,” tegasnya.
NU sebagai Mitra Pembangunan Daerah
K.H. E.S. Mubarok menyebut NU siap menjadi mitra pemerintah yang kritis namun konstruktif. NU, kata dia, akan selalu mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM berbasis pesantren, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.
“NU akan terus berdiri bersama pemerintah yang jujur, adil, dan peduli masyarakat. Ulama siap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni di Sukabumi,” katanya.
Bupati: NU Penjaga Persatuan dan Stabilitas
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menilai NU memiliki peran vital sebagai perekat persatuan umat sekaligus penjaga stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat.
Ia mengajak seluruh kader NU untuk terus terlibat aktif dalam berbagai program strategis Pemkab Sukabumi, terutama pada sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan jejaring sosial.
“NU memiliki basis massa yang kuat hingga akar rumput. Ini modal besar untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Asep Japar.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan moral dan sosial dari para ulama agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan dan keadilan sosial.
Isu Strategis: Pembangunan Berbasis Umat
Momentum satu abad NU di Sukabumi menjadi refleksi penting bahwa pembangunan daerah ke depan harus melibatkan lebih banyak peran organisasi keagamaan sebagai mitra strategis negara.
Sinergi ulama dan umaro dinilai mampu:
- Memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
- Mendorong ekonomi berbasis pesantren dan UMKM.
- Menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah.
- Menguatkan karakter generasi muda melalui pendidikan nilai.
Dengan jaringan kader yang luas dan legitimasi sosial yang kuat, NU dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan Sukabumi yang religius, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
