Usai Kadisdik, Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi Juga Dicatut

Sukabuminow.com || Aksi penipuan online kembali marak di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, pelaku dengan sengaja mencatut nama Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk menyebarkan pesan melalui WhatsApp. Dengan modus berpura-pura sebagai pejabat, pelaku mencoba mengundang calon korban untuk datang ke kantor Disdik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, membenarkan adanya pesan mencurigakan tersebut. Ia menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang beredar bukan milik Kepala Dinas Pendidikan.

“Benar, ada WhatsApp yang mengatasnamakan kepala dinas. Untungnya, calon korban tidak tertipu karena langsung melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan,” ungkap Khusyairin, Sabtu (4/10/25).

Lebih mengejutkan lagi, modus serupa juga dialami oleh dirinya. Nomor asing kembali beredar dan mengaku sebagai Khusyairin dari Dinas Pendidikan Sukabumi. Dalam tangkapan layar percakapan, pelaku mencoba meyakinkan calon korban untuk hadir ke kantor, seolah-olah atas nama kepala dinas.

“Hal itu bukan hanya terjadi pada kepala dinas, tapi juga menimpa pribadi saya,” sambungnya.

Untuk mengantisipasi adanya korban, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi segera menyebarkan informasi peringatan kepada masyarakat. Tujuannya agar publik lebih berhati-hati terhadap modus penipuan WhatsApp semacam ini.

Khusyairin mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan nomor asing, terutama jika mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan.

“Kami tegaskan bahwa nomor tersebut adalah hoaks. Saya mengimbau kepada masyarakat, apabila menerima pesan yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan atau pejabat pemerintah, segera lakukan konfirmasi ke kantor resmi. Jangan sampai ada yang dirugikan akibat penipuan online Sukabumi seperti ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat semakin cerdas digital dalam menghadapi maraknya kasus penipuan berbasis teknologi. Dengan kewaspadaan bersama, kata dia, peluang pelaku kejahatan untuk menipu dapat ditekan seminimal mungkin.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru