Sukabuminow.com || Jalur Nasional Cisolok-Bayah yang menjadi salah satu urat nadi penghubung wilayah selatan Jawa Barat dan Banten sempat lumpuh total setelah sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi F 9404 FG terguling dan melintang menutup seluruh badan jalan di Kampung Purajati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/6/26) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu berlangsung di kawasan Tanjakan Purajati, salah satu titik jalan yang dikenal memiliki kontur curam dan menantang bagi kendaraan angkutan barang.
Akibat posisi kendaraan yang melintang dari sisi ke sisi jalan, seluruh akses lalu lintas di jalur strategis penghubung Sukabumi menuju Bayah sempat tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi barang antarwilayah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk tersebut mengangkut sekitar 50 kardus lemari kabinet merek Olympic. Muatan yang cukup besar membuat proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup sulit karena badan truk dan barang angkutannya menutup seluruh ruas jalan.
Salah seorang warga setempat, Daman, mengatakan sebelum terguling kendaraan sempat berhenti di tanjakan. Saat itu istri sopir turun untuk mencari batu yang akan digunakan sebagai ganjalan roda.
“Mobil itu berhenti di tanjakan. Istrinya turun untuk mencari batu yang akan digunakan sebagai ganjalan roda. Tapi tidak lama kemudian kendaraan langsung bergerak dan terguling hingga melintang di jalan,” ujarnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan kepada korban. Sopir truk dilaporkan mengalami cedera pada bagian engkel kaki akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Selain melakukan evakuasi korban, warga juga berupaya mengamankan lokasi karena terdapat tumpahan solar dan oli yang dikhawatirkan dapat memicu kebakaran.
“Pengemudinya mengalami patah pada bagian engkel kaki. Kami langsung membantu mengevakuasi karena khawatir terjadi kebakaran akibat tumpahan solar dan oli,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Cisolok AKP Bayu Saeful Bahari menjelaskan pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kecelakaan tersebut.
“Setelah menerima informasi, anggota piket langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan TKP, mengamankan situasi serta mengatur jalur alternatif bagi kendaraan yang akan melintas,” ujarnya.
Menurut Bayu, kendaraan yang terguling bersama muatannya membuat seluruh badan jalan tidak dapat digunakan. Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, petugas mengarahkan pengendara sepeda motor melalui jalur perkampungan sebagai akses sementara hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
Selain mengamankan lokasi kejadian, kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap barang muatan truk serta mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama proses penanganan berlangsung.
Dari hasil pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di Jalur Cisolok-Bayah yang selama ini dikenal memiliki karakteristik jalan berliku, tanjakan curam, dan tikungan tajam.
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena pengemudi belum mengenal medan jalan yang dilalui serta tidak didampingi kondektur selama perjalanan. Faktor tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi kondisi jalan, terutama saat melintasi tanjakan panjang di kawasan selatan Sukabumi.
Jalur Cisolok-Bayah sendiri memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, pariwisata, dan mobilitas masyarakat antara Kabupaten Sukabumi dan wilayah selatan Provinsi Banten. Karena itu, setiap gangguan yang terjadi di ruas jalan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap arus transportasi regional.
Bayu mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta memahami karakteristik medan yang akan dilalui.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan kondisi kendaraan maupun pengemudi dalam keadaan siap sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kecelakaan serupa,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
