Sukabuminow.com || Jumlah korban keracunan jamur liar di Kampung Kebon Kalapa, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga kini, tercatat 17 orang menjadi korban, dengan tujuh di antaranya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Salah satu korban, Agus (42 th), menceritakan bahwa ia dan keluarganya keracunan setelah mengonsumsi jamur yang dimasak istrinya. Kejadian bermula saat Agus pulang kerja dan mendapati istrinya sedang memasak jamur tersebut.
Berita Terkait :
- Diduga Konsumsi Jamur Beracun, Belasan Warga Sukabumi Keracunan
- Ketua APEKKASI Kirim Ambulans untuk Korban Keracunan Jamur di Limusnunggal Sukabumi
“Istri saya masak jamur itu, kebetulan saya suka juga. Jadi, setelah dimasak, saya langsung makan bersama istri dan anak,” terang Agus saat ditemui di IGD RSUD Palabuhanratu, Rabu (25/12/24).
Meski sempat curiga, Agus tetap memakan jamur tersebut setelah istrinya meyakinkan bahwa tetangga lain juga banyak yang memakannya. “Awalnya saya mau cari jamur kuping, tapi karena jamur itu sudah matang, ya langsung saya makan. Tidak lama setelah makan, saya mulai merasa mual, tubuh panas, dan keringat bercucuran,” jelasnya.
Agus juga menceritakan kepanikannya saat melihat istri dan anaknya mulai muntah-muntah. “Saya sudah tidak kuat, tapi melihat istri dan anak sakit, saya coba lari mencari obat,” tambahnya.
Jamur yang dikonsumsi Agus dan keluarganya diketahui diambil dari kebun oleh kerabatnya. “Alhamdulillah, sekarang kondisi saya sudah membaik, tinggal lemas saja,” katanya.
Penjelasan Dokter
Dokter jaga IGD RSUD Palabuhanratu, Dr. Raditya Nugraha, menjelaskan bahwa para korban mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, hingga berkeringat deras. Dari tujuh pasien yang dirawat di RSUD, satu di antaranya, bernama Emo, mengalami kondisi shock berat.
“Rata-rata pasien yang masuk mengalami tensi rendah dan kondisi tubuh lemah. Namun, saat ini enam orang sudah stabil. Pasien bernama Pak Emo masih mendapatkan perawatan khusus untuk pemulihan,” ujar Raditya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi jamur liar, terutama di musim hujan, saat jamur liar banyak bermunculan.
“Jangan konsumsi jamur yang tidak dikenal. Sebaiknya hindari jamur liar jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang jenisnya. Kami juga meminta pihak terkait, seperti Puskesmas, Koramil, dan Polsek, untuk menyosialisasikan bahaya mengonsumsi jamur liar kepada masyarakat,” pungkasnya. (Edo)
Editor : Andra Permana
