Sukabuminow.com || Peristiwa dugaan keracunan makanan di Kampung Kebon Kalapa, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami keracunan, Selasa (24/12/24) malam, mendapat perhatian dari Ketua Asosiasi Perangkat Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi (APEKKASI), Deni Yudono.
Untuk membantu para korban, Camat Palabuhanratu itu menginstruksikan Kepala Desa Pasirsuren, Iyan Sunandi, untuk menyiagakan mobil ambulans desa di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Limusnunggal tempat korban dirawat.
Berita Terkait :
“Kami sudah menggeser mobil ambulans milik Desa Pasirsuren ke lokasi untuk membantu jika ada korban yang dirujuk ke rumah sakit atau untuk keperluan lainnya,” terang Deni.
Sebelumnya, ia mendapatkan kabar peristiwa tersebut dari Camat Bantargadung, Asep Rusli. Sehingga keputusan untuk menyiagakan ambulans Desa Pasirsuren diambilnya.
“Desa Pasirsuren di Palabuhanratu dengan Desa Limusnunggal di Bantargadung cukup berdekatan. Jadi itu yang mendasari kami mengirimkan bantuan ambulans,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, belasan warga di Kampung Kebon Kalapa, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami keracunan, Selasa (24/12/24) malam.
“Ada sekitar 13 orang dari lima kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam insiden ini. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah,” terang Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin
Dugaan sementara, penyebab keracunan adalah konsumsi jamur. Namun, jenis jamur yang dikonsumsi korban yang terdiri dari anak-anak dan dewasa itu masih belum diketahui secara pasti.
“Itu yang dimakan jenis jamur yang di sini disebut jamur tai kerbau atau supa laja,” ungkap Salah satu warga setempat, Syamsuri (34 th).
Para korban telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Limusnunggal. Dari 13 korban, empat di antaranya akan segera dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. Sementara itu, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah tempat tidur atau velbed bagi para korban. (Edo)
Editor : Andra Permana
