AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Sukabumi Mengejar Swasembada: Cerita Perjuangan Petani dan Optimisme Dinas Pertanian

Sukabuminow.com || Sukabumi perlahan bergerak menuju ambisi besar: swasembada pangan 2025. Di berbagai hamparan sawah dari utara hingga selatan, geliat aktivitas petani makin terasa dalam beberapa bulan terakhir. Traktor bantuan pemerintah terdengar meraung sejak pagi, para penyuluh lapangan hilir mudik memberikan pendampingan, sementara benih-benih unggul sudah ditanam pada lahan-lahan potensial yang selama ini belum tergarap maksimal.

Di balik denyut tersebut, ada satu tujuan besar yang kini menjadi fokus Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi: mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT), terutama komoditas padi. Langkah ini menjadi salah satu strategi utama untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, terlihat optimistis. Ia memandang bahwa tahun 2025 adalah momentum penting bagi daerahnya untuk menunjukkan kontribusi konkret terhadap ketahanan pangan nasional.

“In Syaa Allah, swasembada pangan di daerah kita akan tercapai. Apalagi perluasan pertanaman sudah kita lakukan sejak awal tahun,” ujarnya penuh keyakinan, Rabu (3/12/25).

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Sejak awal tahun, Kementerian Pertanian telah mengucurkan berbagai bantuan strategis yang langsung menyasar kebutuhan petani: alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, hingga sarana produksi lain. Pemerintah pusat juga menambah dukungan melalui perluasan tanam padi gogo, optimalisasi lahan, serta pembentukan Brigade Pangan di tingkat daerah.

Tak hanya itu, program besar ini turut dikawal oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP). Instansi vertikal ini hadir sebagai penanggung jawab program, memastikan bahwa seluruh penyuluh dan insan pertanian bekerja sesuai target dan standar yang ditetapkan.

Aep menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi kunci utama.

“Kami mendorong petani untuk melakukan percepatan tanam dan olah tanam agar target yang ditetapkan tahun ini bisa tercapai,” tuturnya.

Dan hasilnya mulai terlihat. Hingga November 2025, Dinas Pertanian mencatat realisasi LTT padi mencapai 169.697 hektare, atau 78,40 persen dari target swasembada seluas 216.456 hektare. Angka ini menjadi penanda bahwa upaya percepatan tanam tidak berjalan sia-sia.

Bahkan, berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan perhitungan sementara, produksi padi pada November–Desember 2025 diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika tren ini berlanjut, bukan hanya target yang tercapai, tetapi Sukabumi juga berpotensi mencatat sejarah baru dalam sektor pangan.

“Kami perkirakan produktivitas padi hingga akhir tahun ini bisa surplus. Bahkan peningkatan capaian produksi GKP Kabupaten Sukabumi nomor satu terbesar di Jawa Barat,” tegas Aep.

Dengan capaian tersebut, Sukabumi tidak hanya bekerja mengejar target nasional, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat. Kerja keras petani, dukungan kebijakan daerah, hingga bantuan pemerintah pusat menjadi satu rangkaian yang membawa Sukabumi selangkah lebih dekat menuju swasembada.

Di tengah dinamika iklim dan tantangan pangan global, cerita perjuangan ini menjadi bukti bahwa daerah mampu menjadi motor utama ketahanan pangan nasional—asal semua bergerak dalam irama yang sama.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page