Sukabuminow.com || Proses revalidasi Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) tengah berlangsung pada tahun 2025. Jika berhasil kembali meraih status sebagai geopark dunia dari UNESCO, Kabupaten Sukabumi dipastikan akan memperoleh berbagai keuntungan strategis dalam pengembangan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pengakuan dari UNESCO menunjukkan bahwa Geopark Ciletuh telah memenuhi standar global, baik dari segi konservasi, edukasi, maupun pengembangan ekonomi lokal.
“Status ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki geopark berkelas dunia. Pelestarian geopark bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami dan melestarikan warisan dunia agar dapat dinikmati di masa depan,” ujar Sendi, Rabu (2/7/25).
Sendi menambahkan, keberadaan CPUGGp turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor kreatif dan pariwisata. Potensi tersebut muncul dari berbagai atraksi lokal, hasil kreativitas warga, serta produk ekonomi lain yang mendukung keberlanjutan kawasan.
“Kawasan geopark ini juga menjadi pusat rekreasi dengan kemasan pariwisata yang mampu menghidupkan roda ekonomi rakyat. Mulai dari atraksi, kerajinan, hingga pelayanan wisata, semua berperan dalam menciptakan ekosistem ekonomi berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sendi berharap keberadaan CPUGGp dapat terus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi di mata dunia.
“Semua mata bisa memandang fenomena ini sebagai salah satu keajaiban dunia yang hanya dimiliki Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
