Sukabuminow.com || Tongkat kepemimpinan Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi berganti. Dalam serah terima jabatan (sertijab), Kamis (3/9/26), Yadi Supriyadi menyerahkan tanggung jawab kepada Odang Sasmita (Osas), mantan Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cisolok.
Yadi kini mendapat amanah sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cikidang. Dirinya dilantik pada 10 Agustus 2026 lalu.
Meski meninggalkan Kelurahan Palabuhanratu, Yadi memastikan sejumlah program yang telah berjalan tetap dapat dilanjutkan oleh lurah baru.
Salah satunya program pembangunan rumah panggung yang mendapat dukungan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat.
“Ini program yang berkelanjutan. Alhamdulillah, kita dipercaya lagi untuk program 2027. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti oleh lurah yang baru,” ujar Yadi usai sertijab di Kantor Kelurahan Palabuhanratu.
Menurut Yadi, program rumah panggung menjadi salah satu capaian penting selama dirinya memimpin Kelurahan Palabuhanratu.
Selama sekitar satu tahun delapan bulan menjabat, program tersebut telah direalisasikan sebanyak 40 unit.
Untuk 2026, Kelurahan Palabuhanratu kembali mengajukan dukungan pembangunan rumah panggung. Dari pengajuan sebanyak 25 unit, alokasi yang diharapkan terealisasi berada di angka 20 unit.
Jumlah serupa juga diharapkan dapat kembali diperoleh pada 2027 sesuai agenda dan komitmen dengan Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat.
Yadi berharap keberlanjutan program tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“In Syaa Allah kita mendapatkan 20 lagi rumah panggung. Mudah-mudahan kebijakan ini bisa direalisasikan lebih lanjut,” katanya.
Selain rumah panggung, sejumlah pembangunan fisik juga menjadi bagian dari capaian selama Yadi bertugas.
Ia mencatat sekitar 16 kegiatan fisik telah dilaksanakan di tingkat RW.
Program rumah tidak layak huni (rutilahu) juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Masing-masing sebanyak 20 unit dari provinsi dan 10 unit dari kabupaten.
Yadi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan di Kelurahan Palabuhanratu.
Ia berharap program tersebut terus dikawal sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan di Kelurahan Palabuhanratu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yadi juga menitipkan pesan kepada Osas agar melanjutkan program yang dinilai baik sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan.
Salah satu persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah keterbatasan anggaran kelurahan untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan fisik di wilayah tersebut.
Tidak semua RW dapat terakomodasi secara optimal melalui anggaran yang tersedia.
Karena itu, Yadi mendorong lurah baru untuk memperhatikan potensi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perhatian kepada warga tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan, sandang, dan kesehatan, juga harus menjadi perhatian pemerintah di tingkat kelurahan.
“Kalau menjadi pejabat, khususnya lurah, kita harus benar-benar memikirkan warga yang membutuhkan. Apa yang dirasakan masyarakat, baik pahit maupun manis, harus menjadi bagian dari tanggung jawab kita,” tuturnya.
Yadi menilai jabatan lurah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
Pelayanan tidak mengenal batas waktu ketika warga membutuhkan bantuan atau kehadiran pemerintah.
Karena itu, ia berharap Osas dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat.
Yadi juga menilai kerja sama dengan lembaga kemasyarakatan dan media memiliki peran dalam mendukung transparansi sekaligus menyampaikan berbagai program kepada publik.
“Harus selalu berkolaborasi dengan teman-teman, termasuk media massa, LPM, dan unsur lainnya. Tanpa kolaborasi, seorang lurah bukan siapa-siapa,” katanya.
Bagi Yadi, pengalaman memimpin Kelurahan Palabuhanratu menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Ia memandang pengabdian kepada masyarakat bukan semata-mata tugas administratif, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial.
Kini, estafet kepemimpinan Kelurahan Palabuhanratu berada di tangan Osas.
Sejumlah program yang telah berjalan, termasuk pembangunan rumah panggung, akan dilanjutkan sebagai bagian dari kesinambungan pelayanan dan pembangunan di wilayah tersebut.
“Saya berharap program yang sudah baik dapat dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ada dapat diperbaiki demi kepentingan masyarakat Kelurahan Palabuhanratu,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
