Sukabuminow.com || Kekayaan seni dan tradisi lokal akan menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui kegiatan Sekar Budaya. Agenda yang rencananya akan digelar pada 10 September 2026 ini dirancang sebagai ruang untuk merayakan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sukabumi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi Yudi Mulyadi melalui Kepala Bidang Kebudayaan Edeng Sofyan, mengatakan Sekar Budaya menjadi wujud penghormatan dan rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni. Sekar Budaya juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan adat, tradisi, serta kearifan lokal kepada masyarakat.
“Sekar Budaya merupakan wujud penghormatan dan ungkapan syukur atas Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Melalui kegiatan ini, kami ingin menampilkan kekayaan seni, adat, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas Sukabumi,” ujar Pap Deng -sapaan karib Edeng Sofyan-, Rabu (2/9/26).
Ia menjelaskan, Sekar Budaya selaras dengan semangat Sukabumi MUBARAKAH, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Kebudayaan dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Selain menjadi ruang apresiasi, Sekar Budaya diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada seniman, budayawan, komunitas budaya, dan generasi muda dalam mengekspresikan karya.
“Kami ingin para seniman, budayawan, komunitas budaya, dan generasi muda memiliki ruang untuk berkarya. Partisipasi mereka penting agar kebudayaan tidak hanya dipelihara, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.
Pap Deng menambahkan, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian kebudayaan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama.
Di sisi lain, potensi budaya Sukabumi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan penggerak ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, aktivitas budaya diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai tradisinya.
“Budaya memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan bersama dengan upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensinya sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Bagi Pap Deng, nama Sekar Budaya memiliki makna tersendiri. Sekar yang berarti bunga menjadi simbol mekarnya kebudayaan Kabupaten Sukabumi yang tumbuh dari akar tradisi, berkembang melalui kebersamaan, dan menjadi kekuatan pembangunan daerah.
“Sekar Budaya kami maknai sebagai simbol mekarnya budaya Kabupaten Sukabumi. Budaya tumbuh dari akar tradisi, berkembang dalam kebersamaan, dan diharapkan menjadi kekuatan untuk mewujudkan Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah,” tandasnya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
