Kabupaten Sukabumi

Sengketa Waris Tanah di Palabuhanratu, Kuasa Hukum Tergugat Ajukan PK

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Sebidang tanah yang menjadi sengketa waris di Kampung Kidang Kencana, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dieksekusi oleh Pengadilan Agama (PA) Cibadak, Kamis (5/3/20) lalu.

Sengketa tersebut melibatkan Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja selaku tergugat, dengan Nenah Jaenah Binti M Udi selaku penggugat.

Kini, perkara tersebut memasuki babak baru. Dimana pihak tergugat melalui kuasa hukumnya, Yaya Omy, SH, Asna Arif Syaikhon, SH, dan Aulia Amri, SH, mengajukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung, Senin (9/3/20).

“Alasan diajukannya upaya PK, karena klien kami adalah pemilik atas objek sengketa yang telah diuji di peradilan umum. Objek itu bukan harta waris yang harus dibagi di peradilan agama, karena harta waris di peradilan agama sudah habis dan gugur dengan adanya putusan Pengadilan Negeri Cibadak No. 11/Pdt.G/201/PN.Cbd,” tutur Yaya, Senin (9/3/20) di PA Cibadak.

Ia menjelaskan, amar putusan PN Cibadak tersebut telah jelas memerintahkan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi selaku turut tergugat, untuk merubah nama dalam SHM No 2281, dari atas nama M Udi kepada atas nama Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja.

“Dengan terbitnya putusan itu, maka demi hukum atas objek sengketa tersebut adalah sah milik klien kami dan telah dieksekusi PN Cibadak. Terlebih, surat pemberitahuan pengosongan eksekusi yang diterbitkan PA Cibadak itu cacat hukum, sehingga eksekusi tidak bisa dijalankan dan gugur dengan sendirinya,” terang Yaya.

Lebih jauh, Yaya menerangkan, perkara sengketa tersebut bermula, saat anak-anak bawaan dari almarhum M Udi yang berjumlah 3 orang menggugat sebidang objek tanah seluas 400 meter persegi yang terletak di lokasi tersebut. Selama ini, tanah itu ditempati para ahli waris dari almarhum Iya Dimaja.

“Gugatan sengketa waris itu sudah bergulir di PA Cibadak sejak 12 tahun lalu. Kemudian mencuat kembali saat 3 orang anak dari almarhum M Udi menggugat tanah tersebut,” bebernya.

M Udi sendiri merupakan menantu dari Iya Dimaja yang menikahi anak sulungnya yang bernama Unayah. Namun tidak memiliki keturunan dari Unayah. Sebelum menikahi Unayah, M Udi mempunyai tiga orang anak dari pernikahan sebelumnya. Sedangkan Unayah merupakan kakak kandung yang sekarang menjadi tergugat, yakni Maemunah Binti Iya Dimaja dan Juariyah Binti Iya Dimaja.

“Sepeninggal almarhum Iya Dimaja, tanah hak miliknya seluas 400 meter persegi itu dibaliknamakan atas nama M Udi dengan SHM No. 2281 tahun 1984 melalui program nasional agraria (Prona). Tahun 2008, anak-anak almarhum M Udi melakukan gugatan atas objek tersebut melalui PA Cibadak hingga berujung eksekusi,” terangnya.

“Dengan adanya Putusan No.11/Pdt.G/2011/PN.Cbd tersebut, maka tanah dan bagunan Sertifikat Hak Milik No.2281/Kelurahan Palabuhanratu, sudah jelas subjek hukum yang berhak atas tanah dan bangunan tersebut, dan jelas bukanlah suatu harta warisan dan apalagi untuk diperebutkan oleh ahli waris dari Alm M Udi cs. Karena dalam persidangan dapat dibuktikan adalah benar Sertifikat Hak Milik No 2281 itu milik keluarga Alm Iya Dimaja,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close