Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat, kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian nasional. Melalui program inovatif SANGKURIANG (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan), daerah ini berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas keberhasilannya meningkatkan produksi padi secara signifikan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, dari Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, dalam momentum evaluasi dan penguatan program pembangunan pertanian nasional.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian di Kabupaten Sukabumi.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk Dinas Pertanian, tetapi untuk seluruh petani, penyuluh pertanian, petugas POPT, pemerintah kecamatan, desa, dan semua pihak yang selama ini bekerja keras mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya, Kamis (11/6/26).
Keberhasilan program SANGKURIANG tercermin dari sejumlah indikator strategis yang menunjukkan tren positif sepanjang musim tanam 2025 hingga 2026.
Pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, Kabupaten Sukabumi mencatat surplus Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 18.751 hektare atau meningkat 18,29 persen dibandingkan target yang ditetapkan.
Tak hanya itu, berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi pada periode Januari hingga Juni 2026 meningkat sebesar 18.887 hektare atau 28,71 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, realisasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga Juni 2026 mencapai 633.048 ton. Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi peningkatan produktivitas yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan pangan daerah maupun nasional.
Menurut Aep, keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung agenda besar pemerintah pusat untuk memperkuat swasembada pangan nasional.
“Kami terus berupaya memastikan lahan pertanian tetap produktif, mempercepat masa tanam, meningkatkan pendampingan kepada petani, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar ketahanan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” katanya.
Isu ketahanan pangan saat ini menjadi perhatian strategis pemerintah. Di tengah ancaman perubahan iklim global, alih fungsi lahan, hingga dinamika ekonomi dunia, daerah-daerah penghasil pangan seperti Kabupaten Sukabumi memegang peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Karena itu, keberhasilan peningkatan luas tanam dan produksi padi di Sukabumi tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani lokal, tetapi juga menjadi kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Komitmen tersebut terus diperkuat. Dalam pertemuan yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada 5 Juni 2026, Kabupaten Sukabumi menyepakati target baru Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 11.114 hektare untuk Juni 2026.
Aep menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kabupaten Sukabumi terus menjadi salah satu lumbung pangan penting di Jawa Barat.
“Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang terus dikembangkan melalui program SANGKURIANG, kami optimistis Kabupaten Sukabumi dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
