Gunungan Sampah Medis di Got Palabuhanratu Sukabumi Bikin Heboh, Ini Hasil Penelusuran CCTV
Sukabuminow.com || Jagat media sosial di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sempat dihebohkan dengan beredarnya video dan foto tumpukan sampah medis yang menyumbat saluran air terbuka di kawasan Pudunan Asem, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.
Temuan tersebut menjadi sorotan publik setelah sejumlah akun fesbuk mengunggah kondisi saluran air yang dipenuhi kemasan obat-obatan dan berbagai jenis limbah yang diduga berasal dari fasilitas kesehatan. Banyak warganet kemudian mempertanyakan pengelolaan limbah medis di wilayah tersebut dan mengaitkannya dengan keberadaan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi.
Peristiwa itu dengan cepat menyita perhatian masyarakat karena menyangkut isu lingkungan dan kesehatan publik. Saluran air yang tersumbat berada tepat di jalur pedestrian yang sering dilalui warga, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak pencemaran maupun potensi gangguan aliran air.
Namun, dugaan yang berkembang di media sosial ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Setelah dilakukan penelusuran, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke area sekitar lokasi memperlihatkan kronologi yang berbeda. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria datang pada malam hari sekitar pukul 23.25 WIB sambil membawa sebuah kardus berukuran besar.
Pria itu kemudian menuangkan seluruh isi kardus ke dalam saluran air terbuka sebelum membawa kembali kardus utama yang digunakannya. Setelah itu, ia meninggalkan lokasi.
Temuan rekaman CCTV tersebut menjadi dasar klarifikasi dari pihak Apotek Bunda Medika yang sebelumnya sempat menjadi sasaran kritik dan tudingan di media sosial.
Pemilik Apotek Bunda Medika, Bejo Marwoto, menyatakan pihaknya merasa dirugikan akibat berbagai komentar negatif yang muncul setelah video tumpukan sampah medis tersebut viral.
Menurutnya, apotek yang dikelolanya selama ini telah menerapkan prosedur pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang berlaku. Limbah medis dan nonmedis dipisahkan, sementara limbah berisiko seperti jarum suntik disimpan di tempat khusus yang tidak dapat diakses sembarang orang.
“Kami sudah prosedural semua, sudah menyediakan tempat sampah dan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan setempat. Untuk limbah medis juga ada tempat khusus yang dikunci sehingga tidak bisa diakses sembarang orang,” ujar Bejo, Selasa (2/6/26).
Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan CCTV, Bejo menegaskan bahwa sampah yang ditemukan di saluran air tersebut bukan dibuang oleh pihak apotek maupun tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa pelaku yang terekam kamera diduga merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang mengambil kardus dari tempat sampah, kemudian membuang isi di dalamnya ke saluran air.
“Jadi kebetulan di seberang sana, di RT sebelah, ada orang yang mengalami keterbatasan mental. Dia mengambil kardus dari tempat sampah, kemudian isi di dalamnya dibuang ke selokan yang viral di media sosial. Kejadian itu terekam CCTV,” jelasnya.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak apotek bersama pengurus RT setempat segera turun langsung ke lokasi untuk membersihkan saluran air yang tersumbat.
Langkah cepat itu dilakukan guna memastikan aliran air kembali normal sekaligus mencegah dampak lingkungan yang lebih luas. Setelah proses pembersihan selesai, saluran air tersebut juga ditutup sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Akhirnya tim dari apotek langsung terjun ke lokasi bersama pengurus RT setempat untuk membersihkan got tersebut. Setelah dibersihkan, saluran itu kemudian ditutup,” katanya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




