AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Stabilkan Harga Pangan, Program SABUMI Sukabumi Catat Omzet Rp187 Juta dalam Sebulan

Sukabuminow.com || Upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui program SABUMI (Sabilulungan untuk Harga Stabil Sukabumi). Program yang digagas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 13 Februari 2026, program gelar pangan murah dan operasi pasar tersebut telah mencatat omzet Rp187.011.400 hingga awal Maret 2026. Selain itu, sebanyak 2.771 keluarga tercatat telah menerima manfaat langsung dari program tersebut.

Program SABUMI telah hadir di 14 lokasi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Lima lokasi di antaranya merupakan wilayah yang dikunjungi langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Wakil Bupati, Andreas, dalam rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan 1447 Hijriah, sementara sembilan lokasi lainnya merupakan desa-desa yang mengajukan permohonan layanan mobil SABUMI.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa program ini merupakan strategi konkret pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok.

Menurutnya, pengendalian inflasi daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga harus direspons secara cepat oleh pemerintah daerah melalui inovasi kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Program SABUMI menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Asjap.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, BUMN, dan perusahaan daerah yang turut mendukung penyediaan pasokan pangan serta kelancaran distribusi.

Dalam rapat dinas yang digelar pada Senin (9/3/26), Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga memberikan penghargaan kepada para mitra yang mendukung program tersebut, di antaranya Bank BJB Cabang Palabuhanratu, PT Jamkrindo, Perum BULOG, Perumda AMTJM, PT BPR Sukabumi, Perumda LKM, dan Perumda Pesona Pariwisata.

Menurut Asjap, sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD menjadi faktor penting dalam memastikan program pengendalian inflasi dapat berjalan efektif di tingkat daerah.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam program SABUMI. Kolaborasi ini sangat penting agar stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan program SABUMI dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau.

Asjap juga berharap program tersebut dapat berlanjut setidaknya hingga akhir tahun 2026 agar dampaknya terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat semakin kuat.

“Harapan kami, SABUMI terus berjalan hingga akhir 2026 dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dengan begitu, upaya pengendalian inflasi daerah bisa semakin efektif sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Program SABUMI sendiri merupakan inovasi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Sukabumi yang diinisiasi oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Program ini fokus pada tiga aspek utama, yakni menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, dan memperlancar distribusi pangan.

Melalui gelar pangan murah dan operasi pasar di berbagai wilayah, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi daerah dalam mendukung agenda nasional pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan yang selama ini menjadi faktor utama fluktuasi harga di berbagai daerah.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page