Reses DPRD Sukabumi 2025: Asep Rizwan Efendi Serap Aspirasi Warga Soal Air Bersih dan Ekonomi

Sukabuminow.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Asep Rizwan Efendi, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Tahun Sidang 2025. Kegiatan ini digelar di dua titik, yakni Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, serta Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Kehadiran Asep mendapat sambutan hangat warga. Kepala Desa Sukamaju, Jenal Abidin, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, reses menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan tanpa harus menempuh jalur aksi.

“Alhamdulillah, ini kesempatan bagi kami menyampaikan keluhan dan kebutuhan masyarakat. Tidak usah sampai demo, karena sudah ada Pak Dewan di sini. Mudah-mudahan aspirasi ini bisa dijawab dan diwujudkan,” ujar Jenal, Senin (15/9/25).

Aspirasi Warga: Air Bersih, UMKM, dan Kepemudaan

Dalam dialog, perwakilan warga Desa Sukamaju yang terdiri dari 35 RT menyuarakan sejumlah persoalan. Isu utama adalah sulitnya akses air bersih, terutama di Dusun 4 yang jaraknya mencapai 9 kilometer dari sumber air. Selain itu, warga meminta pembangunan pos ronda untuk meningkatkan keamanan lingkungan, serta adanya program pembinaan kepemudaan guna mengantisipasi bahaya narkoba.

Isu strategis lainnya adalah ekonomi. Mayoritas warga bekerja serabutan dan mengandalkan usaha kecil. Mereka berharap ada dorongan modal bagi UMKM dan pedagang kecil. Pasalnya, dana desa yang dialokasikan untuk pemulihan ekonomi masih sangat terbatas, hanya sekitar 10 persen dari total anggaran.

Komitmen DPRD: Dorong Sinergi dan Anggaran

Menanggapi aspirasi tersebut, Asep Rizwan Efendi menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga. Fokus utama, kata dia, adalah penyediaan air bersih dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami dari Partai Gerindra, Komisi I yang membidangi pemerintahan, siap mendorong agar aspirasi ini bisa ditindaklanjuti. Untuk sarana air bersih, nanti kita dorong ke Komisi II agar difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum,” tegas Asep.

Asep menambahkan, pembangunan sarana air bersih dengan jarak tempuh jauh memerlukan anggaran cukup besar sehingga butuh sinergi pemerintah desa, BPD, dan DPRD untuk mempercepat realisasi.

Selain itu, Asep menekankan pentingnya keberpihakan terhadap generasi muda dan pelaku UMKM. Program kepemudaan dapat difasilitasi melalui Disbudpora Kabupaten Sukabumi, sementara penguatan UMKM diharapkan mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Untuk kegiatan kepemudaan bisa melalui Disbudpora, sementara UMKM akan kita dorong ke pusat agar ada pembiayaan olahan usaha,” pungkasnya.

Isu Strategis: Air Bersih dan Ekonomi Lokal

Reses ini menegaskan bahwa masalah air bersih masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya di desa-desa dengan akses infrastruktur terbatas. Di sisi lain, penguatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi lokal juga menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum reses, DPRD diharapkan mampu memperjuangkan aspirasi ini agar masuk ke dalam prioritas pembangunan daerah, sekaligus menjadi dasar penganggaran di tingkat kabupaten maupun pusat.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru